<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>KOTA JAKARTA [dot] INFO, Sejarah, Jalan-jalan dan Cerita tentang Jakarta</title>
	<atom:link href="http://bandarjakarta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bandarjakarta.wordpress.com</link>
	<description>Bercerita tentang Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Dec 2011 14:59:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bandarjakarta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/01e42ce03cbdb2193754e427127b7205?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>KOTA JAKARTA [dot] INFO, Sejarah, Jalan-jalan dan Cerita tentang Jakarta</title>
		<link>http://bandarjakarta.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bandarjakarta.wordpress.com/osd.xml" title="KOTA JAKARTA [dot] INFO, Sejarah, Jalan-jalan dan Cerita tentang Jakarta" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bandarjakarta.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>HUKUMAN MATI DIKAMPUNG PECAH KULIT</title>
		<link>http://bandarjakarta.wordpress.com/2010/01/24/hukuman-mati-dikampung-pecah-kulit/</link>
		<comments>http://bandarjakarta.wordpress.com/2010/01/24/hukuman-mati-dikampung-pecah-kulit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 06:13:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indra Hardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA TENTANG JAKARTA]]></category>
		<category><![CDATA[JALAN-JALAN]]></category>
		<category><![CDATA[SEJARAH JAKARTA]]></category>
		<category><![CDATA[Batavia 1722]]></category>
		<category><![CDATA[Pieter Erberveld]]></category>
		<category><![CDATA[riwayat kampung pecah kulit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandarjakarta.wordpress.com/2010/01/24/hukuman-mati-dikampung-pecah-kulit/</guid>
		<description><![CDATA[Kurang lebih 288 tahun lalu disebuah tempat yang terletak dikawasan Jacatra Weg (sekarang Jl. Pangeran Jayakarta), tepatnya didekat Gereja Portugis &#8220;Sion&#8221;, sebuah peristiwa hukuman mati untuk seseorang yang dicap sebagai pemberontak oleh pemerintahan Batavia pernah menjadi sebuah kisah tentang betapa rendahnya nilai kemanusiaan dimasa itu. ** Adalah Pieter Erberveld. Seorang warga Batavia berdarah Indo-Jerman. Ayahnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=243&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="340" alt="Inskripsi Monument Pieter Erbelveld yang menjadi salah satu koleksi Museum Sejarah Jakarta/ Museum Fatahillah" src="http://bandarjakarta.files.wordpress.com/2010/01/inskripsimonumenpietererbelveld.jpg?w=450&#038;h=340" width="450" align="left" /></p>
<p>Kurang lebih 288 tahun lalu disebuah tempat yang terletak dikawasan <em>Jacatra We</em>g (sekarang Jl. Pangeran Jayakarta), tepatnya didekat Gereja Portugis &#8220;Sion&#8221;, sebuah peristiwa hukuman mati untuk seseorang yang dicap sebagai pemberontak oleh pemerintahan Batavia pernah menjadi sebuah kisah tentang betapa rendahnya nilai kemanusiaan dimasa itu. </p>
<p>**</p>
<p><span id="more-243"></span></p>
<p>Adalah Pieter Erberveld. Seorang warga Batavia berdarah Indo-Jerman. Ayahnya merupakan penyamak kulit berdarah Jerman. Sedangkan ibunya berasal dari Negeri Siam. <em>(Historical Sites Of Jakarta; Adolf  Heuken &#8211; Sedangkan dalam bukunya Betawi Queen Of East, Alwi Shahab menyebutkan ibu Pieter Erberveld berasal dari Jawa).</em></p>
<p>Tidak diketahui dengan jelas sumber kebencian Pieter Erberveld kepada penguasa Belanda di Batavia, namun beberapa sumber menyebut konflik bermula akibat ketidakadilan pemerintah Batavia dalam kasus-kasus tanah di wilayah Pondok Bambu.</p>
<p>Sebagai salah seorang tuan tanah di Pondok Bambu, Pieter Erberveld merasa dirugikan ketika pemerintah kolonial menyita ratusan hektar tanah miliknya dengan alasan tanah tersebut tidak memiliki izin yang dikeluarkan pejabat berwenang.</p>
<p>Perlawanan dilakukan Pieter Erberveld terhadap kesewenangan yang dilakukan pemerintah kota. Dalam perlawanannya Pieter mendapat banyak simpati dan dukungan dari warga pribumi yang memang telah membenci pemerintahan Belanda di Batavia. Akibat perlawanannya itu Pieter Erberveld mendapat hukuman tambahan dari pemerintah kota. Ia dikenakan denda berupa 3300 ikat padi yang harus dibayarkan kepada pemerintah.</p>
<p>Kebencian yang semakin menjadi-jadi ini menyebabkan hubungan Pieter dengan warga Belanda di Batavia merenggang. Disisi lain, sikap simpati yang ditunjukkan warga pribumi terhadapnya semakin mengeratkan hubungan Pieter Erberveld dengan masyarakat bumiputera. Apalagi setelah ia berhasil menjalin hubungan dengan beberapa ningrat di kesultanan Banten.</p>
<p>Terciumnya hubungan Pieter dengan Kesultanan Banten membuat pemerintah kota Batavia gerah. Betapa tidak, saat itu Kesultanan Banten masih merupakan ancaman bagi kelangsungan pemerintahan Belanda di Batavia. Bahkan kabar bahwa Pieter Erberveld termasuk dalam kalangan orang-orang yang membenci pemerintahan Belanda di kota Batavia semakin membuat panas suasana.</p>
<p>Sebuah laporan resmi yang diterbitkan intelejen kolonial menyebutkan, Pieter Erberverld dengan dukungan dari kesultanan Banten (Raden Kartadirya) serta seorang pemuda Sumbawa bernama Layek telah merencanakan pemberontakan besar-besaran terhadap penguasa Belanda di Batavia. Ia berencana membunuh seluruh warga Belanda di Batavia. </p>
<p>Hari-H pemberontakan akan dilaksanakan pada 31 Desember 1721, atau tepat pada saat pesta malam pergantian tahun 1722 <em>(dalam bukunya De Nederlandsch Oostindische Compagnie in de Achtiende eeuw;sejarawan Belanda Prof Dr.E.C. Goode Molsbergen meragukan kebenaran rencana pemberontakan ini. Goode menyebut rencana tersebut hanyalah konspirasi pemerintah kota Batavia untuk menyingkirkan Pieter Erberveld)</em> .</p>
<p>Berdasarkan laporan tersebut pemerintah Batavia mengutus <em>Reeyke Heere</em> (Komisaris VOC untuk urusan Bumiputera) untuk melakukan penangkapan terhadap Pieter bersama dengan komplotannya (termasuk Raden Kartadirya &amp; Layeek). Ia dipenjara dan dipaksa untuk mengakui rencana pemberontaknnya. </p>
<p>Kurang lebih empat bulan Pieter dipenjara. Sebelum akhirnya ia dan kelompoknya dijatuhi hukuman mati pada tanggal 22 April 1722 atas perintah <em>Collage van Heemradeen Schepenen</em> (Dewan Pejabat Tinggi Negara).</p>
<p>Berbeda dengan hukuman mati yang biasanya dilakukan pemerintah Batavia dengan jalan memancung korban atau menggantungnya didepan <a href="http://kota-jakarta.info/2009/03/04/museum-fatahillah/" target="_blank">Stadhuis</a> , hukuman mati bagi Pieter Erberveld dilaksanakan diluar tembok Batavia sebelah Selatan. Tepatnya di tempat yang sekarang bernama Kampung Pecah Kulit. Hukuman tersebut sangat sadis. Masing-masing tangan dan kaki Pieter serta pendukungnya diikat pada empat ekor kuda yang dipacu ke empat penjuru mata angin yang berlawanan hingga putus dan terpecah-pecah <em>(beberapa sumber mengatakan asal muasal nama Kampung Pecah Kulit diambil dari peristiwa tersebut)</em> .</p>
<p>Sebagai peringatan agar penduduk tidak mengikuti jejak Pieter Erberveld, pemerintah kolonial memotong kepala Pieter Erberlveld dan menancapkannya pada sebuah tombak. Kepala tersebut dibiarkan tergantung tanpa boleh disentuh. Sementara dilahan bekas pembantaian berlangsung, dibangun monumen peringatan dilengkapi dengan tembok batu dan patung tengkorak tertusuk tombak diatasnya. </p>
<p>Pada monumen tersebut terpampang 9 baris tulisan berbahasa Belanda yang dilengkapi dengan terjemahan aksara Jawa Kuno. Kurang lebih isinya menyatakan :</p>
<p><em><strong>&#8220;Sebagai kenang-kenangan yang menjijikan pada si jahil terhadap negara yang telah dihukum Pieter Erberveld. Dilarang mendirikan rumah, membangun dengan kayu, meletakan batu bata dan menanam apapun di tempat ini sekarang dan selama-lamanya. Batavia, 14 April 1722,&#8221; (Betawi, Queen Of East : Alwi Shahab).</strong></em></p>
<p>Saat ini tidak jelas dimana keberadaan tembok monumen tersebut. Diduga monument tersebut dibongkar. Sedangkan lokasi bekas tempat pembantaian Pieter Erberveld di Jalan Pangeran Jayakarta juga telah berubah fungsi menjadi sebuah show room mobil sejak tahun 1986. </p>
<p>Yang pasti jika kita berkunjung ke <a href="http://kota-jakarta.info/2009/03/04/museum-fatahillah/">Museum Sejarah Jakarta</a>, kita masih dapat meilhat inskripsi Pieter Erberveld terpampang ditembok halaman belakang museum tersebut. Atau jika kita berkunjung ke <a href="http://kota-jakarta.info/2009/06/17/museum-taman-prasasti/" target="_blank">Museum Prasasti-Jakarta</a> , kita dapat melihat bentuk tembok monumen Pieter Erberveld lengkap dengan inskripsi dan patung tengkorak yang tertusuk tombak diatasnya. Apakah kedua peninggalan itu asli atau hanya sebuah replika ?. Silahkan cari tahu sendiri jawabannya.</p>
<p align="center">
<img height="323" alt="monument Pieter Erbelveld yang terletak di Museum Taman Prasasti. Tidak jelas apakah monumen ini adalah monumen asli yang dipindahkan dari Kampung Pecah Kulit ke Museum Prasasti. Ataukah monumen ini hanyalah sebuah replika dari monumen asli. Jika ini hanyalah sebuah replika, lantas dimanakah monumen asli itu berada saat ini ?" src="http://bandarjakarta.files.wordpress.com/2010/01/monumenpietererbervelddimuseumprasasti.jpg?w=450&#038;h=323" width="450" /></p>
<p align="center">
<p><em>*sumber : Buku Betawi, Queen Of East, Alwi Shahab; Buku Historical Sites Of Jakarta, Adolf Heuken, Toko Merah, Saksi Kejayaan Batavia Lama Ditepian Muara Ciliwung, Thomas B Ataladjar.</em></p>
<p><em>* Foto : koleksi pribadi</em></p>
<p align="center">
<p>&nbsp;</p>
<p>a</p>
<br />Posted in CERITA TENTANG JAKARTA, JALAN-JALAN, SEJARAH JAKARTA Tagged: Batavia 1722, Pieter Erberveld, riwayat kampung pecah kulit <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bandarjakarta.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bandarjakarta.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bandarjakarta.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bandarjakarta.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bandarjakarta.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bandarjakarta.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bandarjakarta.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bandarjakarta.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bandarjakarta.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bandarjakarta.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bandarjakarta.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bandarjakarta.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bandarjakarta.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bandarjakarta.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=243&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandarjakarta.wordpress.com/2010/01/24/hukuman-mati-dikampung-pecah-kulit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3ed718e92190bd498f99e8129cff661?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Indra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bandarjakarta.files.wordpress.com/2010/01/inskripsimonumenpietererbelveld.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Inskripsi Monument Pieter Erbelveld yang menjadi salah satu koleksi Museum Sejarah Jakarta/ Museum Fatahillah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bandarjakarta.files.wordpress.com/2010/01/monumenpietererbervelddimuseumprasasti.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">monument Pieter Erbelveld yang terletak di Museum Taman Prasasti. Tidak jelas apakah monumen ini adalah monumen asli yang dipindahkan dari Kampung Pecah Kulit ke Museum Prasasti. Ataukah monumen ini hanyalah sebuah replika dari monumen asli. Jika ini hanyalah sebuah replika, lantas dimanakah monumen asli itu berada saat ini ?</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SURAT TERBUKA BAGI SAUDARA ARDI MARSUDIONO ( PENJIPLAKAN ARTIKEL &#8220;KISAH PARA NYAI&#8221; UNTUK KEPENTINGAN KOMERSIL )</title>
		<link>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/12/25/surat-terbuka-bagi-saudara-ardi-marsudiono-penjiplakan-artikel-kisah-para-nyai-untuk-kepentingan-komersil/</link>
		<comments>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/12/25/surat-terbuka-bagi-saudara-ardi-marsudiono-penjiplakan-artikel-kisah-para-nyai-untuk-kepentingan-komersil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 16:06:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indra Hardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/12/25/surat-terbuka-bagi-saudara-ardi-marsudiono-penjiplakan-artikel-kisah-para-nyai-untuk-kepentingan-komersil/</guid>
		<description><![CDATA[Kepada YTH Saudara Ardi Marsudiono Email : *** mobile : *** Web : http://id.shvoong.com/writers/arsy/ http://ardimarsudiono.blogspot.com/ http://twitter.com/ardim http://www.squidoo.com/lensmasters/ardi76 Dengan hormat, Sehubungan tulisan saudara yang dimuat dalam http://id.shvoong.com/humanities/h_history/1919652-kisah-para-nyai/ 6 Agustus 2009, sangat kami sayangkan karena tulisan tersebut dengan atau tanpa sengaja telah saudara jiplak sepenuhnya tanpa izin dari artikel kami yang dimuat dalam http://kota-jakarta.info/2009/07/03/kisah-para-nyai/ atau http://bandarjakarta.wordpress.com untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=238&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kepada YTH</strong></p>
<p><strong>Saudara Ardi Marsudiono</strong></p>
<p><strong>Email : ***</strong></p>
<p><strong>mobile : ***</strong></p>
<p><strong>Web :</strong></p>
<p><strong>http://id.shvoong.com/writers/arsy/</strong></p>
<p><strong>http://ardimarsudiono.blogspot.com/</strong></p>
<p><strong>http://twitter.com/ardim</strong></p>
<p><strong>http://www.squidoo.com/lensmasters/ardi76</strong></p>
<p>Dengan hormat,</p>
<p>Sehubungan tulisan saudara yang dimuat dalam <a href="http://id.shvoong.com/humanities/h_history/1919652-kisah-para-nyai/">http://id.shvoong.com/humanities/h_history/1919652-kisah-para-nyai/</a> 6 Agustus 2009, sangat kami sayangkan karena tulisan tersebut dengan atau tanpa sengaja telah saudara jiplak sepenuhnya tanpa izin dari artikel kami yang dimuat dalam <a href="http://kota-jakarta.info/2009/07/03/kisah-para-nyai/">http://kota-jakarta.info/2009/07/03/kisah-para-nyai/</a> atau <a href="http://bandarjakarta.wordpress.com">http://bandarjakarta.wordpress.com</a> untuk keperluan komersil.</p>
<p>Seperti yang tertulis dalam link pemberitahuan kota-jakarta(dot)info,  kota-jakarta(dot)info selalu mengizinkan para pembacanya untuk mengambil sebagian maupun seluruh isi artikel, gambar dan foto yang merupakan milik &amp; karya kota-jakarta(dot)info <em>-terdapat beberapa cuplikan artikel, gambar serta foto dalam kota-jakarta(dot)info yang bukan merupakan milik &amp; karya kota-jakarta(dot)info namun kami sertakan sumbernya serta tidak memanfaatkan artikel &amp; foto tersebut untuk kebutuhan komersial-</em>, dengan ketentuan :</p>
<p>1. Pembaca terlebih dahulu meminta izin kepada administrator kota-jakarta(dot)info sebagai pemilik artikel, gambar &amp; foto</p>
<p>2. Pembaca memuat nama situs http://kota-jakarta.info sebagai sumber referensi.</p>
<p>3. Artikel, gambar, serta foto yang diambil tidak digunakan untuk hal-hal yang bersifat komersial, namun sebagai sarana pendidikan maupun referensi bagi pihak yang membutuhkan.</p>
<p>Ulah Saudara Ardi Marsudiono yang telah mengambil dengan seenaknya artikel kota-jakarta(dot)info tanpa izin dan menggunakannya untuk keperluan komersial, kami anggap sangat merugikan.</p>
<p>Undang-Undang Hak Cipta Negara Indonesia No 19 tahun 2002 menyebutkan :</p>
<p><strong>Bab I-Pasal 1 :</strong></p>
<p>1. Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.</p>
<p>2. Pencipta adalah seorang atau beberapa orang secara bersama-sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu Ciptaan berdasarkan kemampuan pikiran, imajinasi, kecekatan, keterampilan, atau keahlian yang dituangkan ke dalam bentuk yang khas dan bersifat pribadi.</p>
<p>3. Ciptaan adalah hasil setiap karya Pencipta yang menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni, atau sastra.</p>
<p><strong>Bab II-Pasal 2-Ayat 1</strong></p>
<p>Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.</p>
<p><strong>Bab II -Pasal 12-Ayat 1</strong></p>
<p>Dalam Undang-undang ini Ciptaan yang dilindungi adalah Ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, yang mencakup:</p>
<p>a. buku, Program Komputer, pamflet, perwajahan (lay out) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain.</p>
<p><strong>Bab II-Pasal 14 ayat point C</strong></p>
<p>Tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta:</p>
<p>c. Pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, dan surat kabar atau sumber sejenis lain, dengan ketentuan sumbernya harus disebutkan secara lengkap.<br />
<strong>Bab II-Pasal 15-Point a-c (i) &amp; (ii)-dan point  e<br />
</strong>Dengan syarat bahwa sumbernya harus disebutkan atau dicantumkan, tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta:</p>
<p>a. penggunaan Ciptaan pihak lain untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah dengan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari Pencipta;</p>
<p>c. pengambilan Ciptaan pihak lain, baik seluruhnya maupun sebagian, guna keperluan:</p>
<p>(i) ceramah yang semata-mata untuk tujuan pendidikan dan ilmu pengetahuan; atau</p>
<p>(ii) pertunjukan atau pementasan yang tidak dipungut bayaran dengan ketentuan tidak merugikan kepentingan yang wajar dari Pencipta;</p>
<p>Selain itu, jika melihat kepada <a href="http://id.shvoong.com/terms/" target="_blank">perjanjian pengguna dan ketentuan menulis</a> di shvoong.com point 5, disebutkan bahwa :</p>
<p>Semua isi seperti diatur dalam Ketentuan Penggunaan, yang anda berikan kepada Shvoong untuk dipublikasi, harus menaati semua Petunjuk Penulisan Ringkasan di bawah ini:</p>
<p>A. Anda harus menghindari kutipan langsung karya asli dalam ringkasan anda</p>
<p>B. Anda harus menghindari penggunaan duplikasi tidak langsung dari karya asli dalam ringkasan anda. Ini berarti anda tidak boleh membuat kutipan dan hanya mengganti kata-kata.</p>
<p>C. Anda harus membuat ringkasan anda sesingkat mungkin. Jika ringkasan anda dapat dibuat dengan 500 kata, jangan menggunakan 1000 kata.</p>
<p>D. Sebisa mungkin gunakanlah struktur anda sendiri dalam membuat ringkasan dan jangan meniru struktur dari karya asli.</p>
<p>E. Anda disarankan untuk menambahkan komentar anda pribadi yang memberi kritik / resensi untuk karya asli</p>
<p>F. Bila anda menggambarkan seorang tokoh dari karya asli, anda harus menggunakan kata-kata anda sendiri. Jangan menggunakan kata-kata yang digunakan oleh pengarang karya asli untuk menggambarkan tokoh tersebut.</p>
<p>I. Jangan menulis ringkasan setiap bab secara berurutan dari karya asli</p>
<p>Berdasarkan Undang-Undang serta semua ketentuan tersebut diatas maka pemuatan artikel &#8220;Kisah Para Nyai&#8221;  yang diterbitkan di shvoong.com oleh saudara dengan imbalan berupa pembayaran dengan system paypal kami anggap telah merugikan kota-jakarta(dot)info</p>
<p>Kota-jakarta(dot)info telah menyampaikan keberatan atas pemuatan artikel kepada shvoong.com melalui email <a href="mailto:Indonesian@Shvoong.com" target="_blank">Indonesian@Shvoong.com</a>.</p>
<p>Kami menghimbau agar Saudara Ardi Marsudiono dapat segera memberikan klarifikasi mengenai dimuatnya  artikel &#8220;Kisah Para Nyai&#8221; dalam situs <a href="http://id.shvoong.com" target="_blank">http://id.shvoong.com</a>.</p>
<p>Jika terhitung 30 hari sejak email ini dikirim kami belum menerima niat baik serta klarifikasi saudara,  kami akan meneruskan persoalan ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p>Demikian surat ini kami buat dan sampaikan. Kami menunggu jawaban saudara</p>
<p>Terima kasih</p>
<p>Jakarta 25 Desember 2009</p>
<p>Team kota-jakarta(dot)info<br />
Tertanda,<br />
<span style="text-decoration:underline;"><strong>Indra Hardiansyah (penulis)</strong></span></p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong>Adam Sundana (administrator)</strong></span></p>
<p>*email ini kami muat di <a href="http://kota-jakarta.info">http://kota-jakarta.info</a>*</p>
<br />Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bandarjakarta.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bandarjakarta.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bandarjakarta.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bandarjakarta.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bandarjakarta.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bandarjakarta.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bandarjakarta.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bandarjakarta.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bandarjakarta.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bandarjakarta.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bandarjakarta.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bandarjakarta.wordpress.com/238/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bandarjakarta.wordpress.com/238/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bandarjakarta.wordpress.com/238/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=238&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/12/25/surat-terbuka-bagi-saudara-ardi-marsudiono-penjiplakan-artikel-kisah-para-nyai-untuk-kepentingan-komersil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3ed718e92190bd498f99e8129cff661?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Indra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CITADELWEG ANTARA HOTEL SRIWIJAYA, ES KRIM RAGUSA, DAN NEWSEUM CAFE</title>
		<link>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/11/08/citadelweg-antara-hotel-sriwijaya-es-krim-ragusa-dan-newseum-cafe/</link>
		<comments>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/11/08/citadelweg-antara-hotel-sriwijaya-es-krim-ragusa-dan-newseum-cafe/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 16:35:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indra Hardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[JALAN-JALAN]]></category>
		<category><![CDATA[citadelweg]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/11/08/citadelweg-antara-hotel-sriwijaya-es-krim-ragusa-dan-newseum-cafe/</guid>
		<description><![CDATA[Rasa penasaran untuk melihat sebuah jalan bernama Citadelweg yang akhir-akhir ini sering disebut dalam beberapa artikel kuliner membawa saya melakukan perjalanan ke lokasi tersebut. Citadelweg, atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Jl.Veteran I, terletak di kotamadya Jakarta Pusat, bersebelahan dengan Masjid Istiqlal. Dulunya jalan ini digunakan sebagai jalur untuk menuju lokasi benteng (Citadel) Frederik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=232&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://maps.google.com/maps?f=q&amp;source=s_q&amp;hl=en&amp;geocode=&amp;q=jalan+veteran+I,+jakarta&amp;sll=37.0625,-95.677068&amp;sspn=32.252269,79.013672&amp;ie=UTF8&amp;hq=jalan+veteran+I,&amp;hnear=Jakarta+Capital+Region,+Indonesia&amp;ll=-6.170113,106.829982&amp;spn=0.004939,0.009645&amp;z=17">
<p><img height="151" alt="mapdata" src="http://bandarjakarta.files.wordpress.com/2009/11/mapdata-3.gif?w=225&#038;h=151" width="225" align="left" /></a>Rasa penasaran untuk melihat sebuah jalan bernama <em>Citadelweg</em> yang akhir-akhir ini sering disebut dalam beberapa artikel kuliner membawa saya melakukan perjalanan ke lokasi tersebut. </p>
<p>Citadelweg, atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama <em>Jl.Veteran I</em>, terletak di kotamadya Jakarta Pusat, bersebelahan dengan Masjid Istiqlal. Dulunya jalan ini digunakan sebagai jalur untuk menuju lokasi benteng (Citadel) Frederik Hendrik yang berada ditengah <a href="http://kota-jakarta.info/2009/04/09/taman-wilhelmina/" target="_blank">Taman Wilhelmina</a> <em>(Kawasan bekas benteng dan Taman Wilhelmina saat ini digunakan sebagai tempat berdirinya sebuah masjid terbesar di Asia Tenggara bernama Masjid Istiqlal)</em> .</p>
<p>Citadelweg dikenal memiliki beberapa tempat wisata kuliner bertema kolonial dan beberapa bangunan bergaya Indies yang dibuat sejak tahun 1923. Tidak seperti Jl. Veteran (Risjwijk) atau Jl. Juanda (Noordwijk) yang memiliki banyak tempat bersejarah, Citadelweg tidak mempunyai banyak kisah sejarah yang dapat diceritakan kecuali beberapa tempat hiburan tua yang masih bertahan hingga sekarang. Salah satunya <em>Hotel Sriwijaya</em> .</p>
<p align="center"><img height="184" alt="Dengan nama Hotel Cavadino, hotel Sriwijaya berdiri sejak 1872" src="http://bandarjakarta.files.wordpress.com/2009/11/hotelsriwijaya.jpg?w=240&#038;h=184" width="240" /> </p>
<p align="center"> <span id="more-232"></span><br />
Hotel yang berusia lebih dari 100 tahun ini bermula dari sebuah toko kue milik Conrad Alexander Willem Cavadino (1863), yang dirubah menjadi sebuah hotel bernama <em>Hotel Cavadino (1872)</em>. </p>
<p>Dengan berlalunya masa, hotel ini beberapa kali mengalami pergantian kepemilikan yang berakibat pada perubahan nama, diantaranya, menjadi <em>Du Lion d&#8217;Or Hotel </em> pada tahun <em>1899,</em> <em>Park Hotel</em> pada tahun <em>1941</em> dan terakhir <em>Hotel Sriwijaya.</em></p>
<p>Sayang, jika dibandingkan dengan beberapa koleksi foto tua peninggalan hotel tersebut, bentuk Hotel Sriwijaya saat ini sudah banyak berubah meninggalkan bentuk aslinya.  </p>
<p>Selain Hotel Sriwijaya, Citadelweg memiliki beberapa tempat wisata lain yang menarik untuk dikunjungi. Yang pertama adalah tempat wisata kuliner <em>&#8220;die Italliaanse ijssalon &#8211; Ice Cream Ragusa&#8221;</em> dan sebuah bar bernama <em>&#8220;Le Chat Noir&#8221;</em> (sekarang menjadi Newseum Cafe).</p>
<p><strong>die Italliaanse ijssalon &#8211; Ice Cream Ragusa</strong></p>
<p><img height="182" alt="" src="http://bandarjakarta.files.wordpress.com/2009/11/caferagusatempodulu.jpg?w=240&#038;h=182" width="240" align="left" />Berawal dari keinginan dua bersaudara Italia <em>Luigi</em> dan <em>Vicenzo Ragusa</em> untuk menciptakan usaha es krim di Batavia, Es Krim Ragusa mulai dirintis tahun 1932 di wilayah Gambir. Tahun 1947, <a href="http://www.facebook.com/pages/Jakarta/Es-Krim-Ragusa/106989451409#/pages/Jakarta/Es-Krim-Ragusa/106989451409?v=wall" target="_blank">es krim Ragusa</a> memutuskan membuka kedai pertamanya di daerah Citadelweg yang juga dijadian sebagai pabrik utama. Usaha ini terus diperlebar dengan pembukaan outlet ke seluruh Jakarta. Sayang diantara outlet Ragusa banyak yang tidak dapat bertahan. Namun demikian bukan berarti usaha es krim yang telah berusia 77 tahun ini bangkrut. Ia masih dapat ditemukan dan dinikmati di kedai utamanya yang terletak di Jl. Veteran I No.10, Jakarta Pusat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Le Chat Noir/ Black Cat Club</strong></p>
<p>Sulit menemukan informasi mengenai kapan club ini berdiri. Namun berdasarkan cerita yang ada, cafe &amp; bar yang satu ini merupakan tempat sosialisasi berbagai kalangan menengah Batavia. Tokoh-tokoh fenomenal sekelas agen rahasia Perancis <em>Margarethe Gertruide Zelle (Mata hari),</em> serta otak pembantaian massal di Sulawesi Selatan, <em>Raymond Pierre Paul Westerling</em> di kisahkan sering berkunjung ke lokasi ini.</p>
<p>Dalam perkembangannya Le Chat Noir berubah menjadi club yang menyediakan berbagai jenis cerutu dan tembakau berkelas dengan nama <em>Cuba Libre</em>. Beberapa tahu lalu, sentuhan lain diberikan kepada bar bernuansa kolonial ini. Tempat yang dulu terkesan penuh misteri dan ekslusif itu dijadikan mentereng. Berbagai karya sejarah jurnalistik Indonesia dihadirkan sebagai pelengkap koleksi yang disesuaikan dengan nama baru yang diberikan, yakni <a href="http://www.facebook.com/pages/Jakarta/Newseum-Cafe/85530650622" target="_blank"><em>Newseum Cafe</em></a><em>.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>**dari berbagai sumber</em></p>
<p><em>foto : internet</em></p>
<br />Posted in JALAN-JALAN Tagged: citadelweg <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bandarjakarta.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bandarjakarta.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bandarjakarta.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bandarjakarta.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bandarjakarta.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bandarjakarta.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bandarjakarta.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bandarjakarta.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bandarjakarta.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bandarjakarta.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bandarjakarta.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bandarjakarta.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bandarjakarta.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bandarjakarta.wordpress.com/232/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=232&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/11/08/citadelweg-antara-hotel-sriwijaya-es-krim-ragusa-dan-newseum-cafe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3ed718e92190bd498f99e8129cff661?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Indra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bandarjakarta.files.wordpress.com/2009/11/mapdata-3.gif" medium="image">
			<media:title type="html">mapdata</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bandarjakarta.files.wordpress.com/2009/11/hotelsriwijaya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dengan nama Hotel Cavadino, hotel Sriwijaya berdiri sejak 1872</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bandarjakarta.files.wordpress.com/2009/11/caferagusatempodulu.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>JAKARTA KOTA BUDAYA DAN PARIWISATA (1968-1977)</title>
		<link>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/10/24/jakarta-kota-budaya-dan-pariwisata-1968-1977/</link>
		<comments>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/10/24/jakarta-kota-budaya-dan-pariwisata-1968-1977/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 11:18:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indra Hardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA TENTANG JAKARTA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/10/24/jakarta-kota-budaya-dan-pariwisata-1968-1977/</guid>
		<description><![CDATA[&#8230; Kemayoran, lapangan terbang Internasional. Disinilah anda menginjakan kaki pertama di Bumi Pertiwi, Indonesia. Inilah Jakarta, sebagai kota metropolitan &#38; pintu grebang Indonesia, yang kaya akan obyek-obyek pariwisata. Tetapi jika anda datang dari segala penjuru pulau Jawa, tentunya anda akan mengenal stasiun GAMBIR. Sedangkan jika anda datang ke ibukota melewati lautan, anda akan mengenal Pelabuhan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=228&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8230; Kemayoran, lapangan terbang Internasional. Disinilah anda menginjakan kaki pertama di Bumi Pertiwi, Indonesia.</em></p>
<p><em>Inilah Jakarta, sebagai kota metropolitan &amp; pintu grebang Indonesia, yang kaya akan obyek-obyek pariwisata. Tetapi jika anda datang dari segala penjuru pulau Jawa, tentunya anda akan mengenal stasiun GAMBIR. Sedangkan jika anda datang ke ibukota melewati lautan, anda akan mengenal Pelabuhan Samudra Tanjung Priok sebagai pelabuhan utama Indonesia.</em></p>
<p><em>Segala macam taksi telah telsedia bagi anda. Impala, Holden, atau Mercedes siap untuk membawa anda ketempat peristirahatan. Taksi Valiant adalah taksi terbaru yang didatangkan pemerintah DKI Jakarta Raya untuk keperluan anda sekalian. Demikian juga halnya jika anda turun di Stasiun Gambir ataupun Pelabuhan Samudra anda akan dijemput dengan berbagai macam kendaraan yang selalu  bersedia membawa anda kesegenap pelosok ibukota Jakarta&#8230;.</em></p>
<p>Mari Tamasya : Dwi Pandji; KADO BUKU BESAR ADAT IBUKOTA R.I KE 442 DAN 443/ TANTANGAN NASIONAL; Leknas</p>
<p>**</p>
<p>Kurang lebih seperti itulah gambaran promosi Jakarta sebagai kota wisata tahun 1969.</p>
<p>Setelah kemunduran akibat peristiwa politik sepanjang tahun 1965-1966 Jakarta kembali berbenah. Dibawah kepemimpinan Ali Sadikin yang dikenal dengan ketegasannya, berbagai konsep pembangunan dan rehabilitasi Jakarta dilaksanakan. Tidak hanya pembangunan lokasi-lokasi bisnis dan perdagangan, kawasan wisata &amp; budaya ikut mendapat perhatian yang seimbang. Munculnya nama lokasi hiburan baru seperti, <a href="http://kota-jakarta.info/2009/03/08/lets-go-to-ragunan/" target="_blank">Taman Margasatwa Ragunan (1966)</a>, <a href="http://kota-jakarta.info/2009/09/02/sekilas-tentang-ancol/" target="_blank">Kawasan wisata pantai Bina Ria Ancol(1966)</a> , dan Taman Ria Monas (sudah dialih fungsikan) merupakan sebagian dari hasil pembangunan tersebut.</p>
<p><span id="more-228"></span>
<p>Pemugaran kawasan kota-kota tua Jakarta serta pemanfaatan bangunan-bangunan bersejarah peninggalan masa lalu sebagai museum seperti yang terjadi pada bangunan bekas <a href="http://kota-jakarta.info/2009/03/04/museum-fatahillah/" target="_blank">gedung Stadhuis</a> dilakukan guna memperbesar daya tarik Jakarta sebagai kota yang memiliki banyak obyek wisata sejarah. Tidak tanggung-tanggung tahun 1977 pemerintah kota Jakarta bahkan merelokasi sebuah lahan pemakaman berumur lebih dari 100 tahun dan merubahnya menjadi sebuah <a href="http://kota-jakarta.info/2009/06/17/museum-taman-prasasti/" target="_blank">museum alam yang memamerkan berbagai bentuk batu nisan</a> sebagai koleksinya.</p>
<p>Belum cukup dengan apa yang telah dilakukan, Kawasan Kepulauan Seribu yang termasuk dalam otonomi kota Jakarta dan menyimpan keindahan alam serta sejarah panjang perjalanan Jakarta juga dimanfaatkan sebagai salah satu lokasi tujuan wisata. Nama-nama seperti Pulau Onrust, Pulau Bidadari, serta pulau Edam dibenahi sedemikian rupa agar dapat menarik kunjungan wisatawan.</p>
<p>Sementara dalam mempromosikan seni &amp; budaya, pemerintah kota membangun beberapa pusat kesenian seperti, Taman Ismail Marzuki (1968), Taman Mini Indonesia Indah (1975) serta Pusat Perfilman Usmar Ismail (1975). Selain itu pemilihan duta wisata &#8220;Abang-None Jakarta&#8221; serta ajang promosi dan pesta rakyat tahunan &#8220;Jakarta Fair&#8221; (sekarang Pekan Raya Jakarta) juga mulai di gelar demi lebih memperkenalkan Jakarta di tahun 1968 </p>
<br />Posted in CERITA TENTANG JAKARTA  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bandarjakarta.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bandarjakarta.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bandarjakarta.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bandarjakarta.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bandarjakarta.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bandarjakarta.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bandarjakarta.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bandarjakarta.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bandarjakarta.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bandarjakarta.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bandarjakarta.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bandarjakarta.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bandarjakarta.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bandarjakarta.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=228&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/10/24/jakarta-kota-budaya-dan-pariwisata-1968-1977/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3ed718e92190bd498f99e8129cff661?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Indra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KETIKA BATAVIA DIRENDAM BANJIR (1918)</title>
		<link>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/10/15/ketika-batavia-direndam-banjir-1918/</link>
		<comments>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/10/15/ketika-batavia-direndam-banjir-1918/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 13:56:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indra Hardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA TENTANG JAKARTA]]></category>
		<category><![CDATA[banjir tahun 1918]]></category>
		<category><![CDATA[Batavia abad 18]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/10/15/ketika-batavia-direndam-banjir-1918/</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai kota yang berada di daratan rendah Jakarta tidak pernah lepas dari ancaman banjir yang sewaktu waktu dapat menyerang. Tidak hanya saat ini, semasa pemerintahan kolonial Belanda banjir pernah merendam Jakarta hingga beberapa kali meskipun tidak sesering dan separah kejadian yang terjadi saat ini. Bencana banjir di Jakarta tercatat pertama kali terjadi di tahun 1621. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=200&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai kota yang berada di daratan rendah Jakarta tidak pernah lepas dari ancaman banjir yang sewaktu waktu dapat menyerang. Tidak hanya saat ini, semasa pemerintahan kolonial Belanda banjir pernah merendam Jakarta hingga beberapa kali meskipun tidak sesering dan separah kejadian yang terjadi saat ini.</p>
<p>Bencana banjir di Jakarta tercatat pertama kali terjadi di tahun 1621. Berselang dua tahun setelah peristiwa penaklukan <a href="http://kota-jakarta.info/2009/08/19/jayakarta-sebuah-kota-yang-hilang/" target="_blank">Jayakarta</a> dan pembentukan <em>Stad Batavia</em> sebagai pusat pemerintahan VOC di Hindia Belanda. Kondisi ini cukup ironis. Betapa tidak, pada masa tersebut pemerintahan Batavia baru saja menyelesaikan pembangunan beberapa kanal yang memecah aliran  <a href="http://kota-jakarta.info/2009/03/07/sungai-ciliwung/" target="_blank">Ciliwung</a> dengan maksud melindungi Batavia dari ancaman banjir dan sebagai sarana transportasi dan penghasil air bersih mengikuti masterplan kota-kota besar Belanda.</p>
<p>Selain bencana banjir yang terjadi tahun 1621, salah satu bencana banjir terparah yang pernah terjadi di Batavia adalah bencana banjir yang terjadi di bulan Februari 1918. Saat itu hampir sebagian besar wilayah Batavia terendam air.</p>
<p><span id="more-200"></span></p>
<p>Data desertasi milik Restu Gunawan yang bersumber dari <em>Harian Sin Po</em> sepanjang bulan Februari 1918 bercerita cukup detil mengenai peristiwa ini.</p>
<blockquote><p>Akibat hujan yang berlangsung secara terus menerus sepanjang bulan Januari hingga Februari 1918 sebagian wilayah Batavia yang berada di dataran rendah mulai digenangi air. 4 Februari 1918, kampung-kampung di wilayah <a href="http://kota-jakarta.info/2009/07/20/weltevreden-cikal-bakal-pusat-pemerintahan-jakarta-saat-ini/" target="_blank">Weltevreden</a> mulai tergenang hingga mengakibatkan arus pengungsian penduduk ke wilayah yang lebih tinggi.</p>
<p>14 Februari 1918, bencana banjir yang terjadi sejak pukul 09.30 malam terus meluas. Banjir mengakibatkan kerusakan beberapa ruas jalan di daerah permukiman. Gang Pacebokan (sekitar Kampung Krukut, Jakarta Barat) sudah berubah menjadi rawa lumpur. Sedangkan di daerah Cikini, banjir telah mencapai Rumah Sakit Cikini (terletak di Jl. Raden Saleh).</p>
<p>16 Pebruari 1918, banjir kembali datang. Harian Sin Po menulis, jam 11.00 siang, dikabarkan air sudah naik lebih tinggi dari kemarin. Dari Jembatan Santi** menuju ke Jakarta di depan Gereja Besar**, orang mesti melalui air yang naik kira-kira seukuran dengkul. Sedangkan di depan Pabrik Minyak Jakarta**, rel trem listrik terangkat dari tanah akibat balok kayu bantalannya mengambang. Jembatan listrik* di Gunung Sahari dari jauh juga mulai kelihatan bengkok.</p>
<p>Wilayah Gunung Sahari hampir seluruhnya terendam, kecuali sedikit di depan Gang Kemayoran. Untuk menuju Senen, orang harus berenang hingga wilayah Kalilio (jalan ini masih ada hingga sekarang dan terletak di samping terminal Senen). Sampai di Kalilio air terlihat setinggi 50 cm. Gedung kantor Marine** menjadi tempat pengungsian warga pribumi dari Gang Chambon. Gambir Wetan terendam sedikit, Kampung Pejambon sudah kerendam sejak beberapa hari. Begitu pula wilayah Gambir Lor**, Gang Secretarie dan Gang Pool** ikut terendam.</p>
<p>Sementara, di wilayah Batavia bagian barat, banjir terjadi akibat jebolnya bendungan Kali Grogol. Beberapa kampung seperti Kampung Tambora, Suteng, kampung Klenteng Kapuran**, berubah menjadi empang. Satu-satunya sarana transportasi yang dapat digunakan adalah sampan dan perahu kecil.</p>
<p>Kondisi serupa terjadi di wilayah Kampung Pesayuran** dan Kebon Jeruk. Perahu bahkan bisa berjalan di gang-gang yang biasanya digunakan sebagai jalan kereta kuda <em>(Banjir Di Batavia-Restu Gunawan).</em></p></blockquote>
<p>Akhir Februari 1918, banjir mulai surut. Keadaan Batavia berangsur-angsur normal kembali. Belajar dari pengalaman pemerintahan kolonial mulai melakukan berbagai pembenahan sistem pengendali banjir. Selain membangun beberapa infrastruktur baru, proyek pembangunan Kali Grogol, dan Pintu Air Manggarai yang dilengkapi dengan Saluran Banjir Kanal diteruskan kembali.</p>
<p>Namun hal tersebut sepertinya belum maksimal. Kurang dari 20 tahun sejak selesainya pembangunan proyek Banjir Kanal (1919), tepatnya tahun 1930 dan tahun 1932 beberapa wilayah Batavia kembali dilanda banjir. Kali ini tidak separah kejadian tahun 1918.</p>
<p><em>Sumber :  desertasi &#8220;Banjir Di Batavia&#8221;, Restu Gunawan</em></p>
<p><em>** Nama lokasi saat ini tidak diketahui</em></p>
<br />Posted in CERITA TENTANG JAKARTA Tagged: banjir tahun 1918, Batavia abad 18 <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bandarjakarta.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bandarjakarta.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bandarjakarta.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bandarjakarta.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bandarjakarta.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bandarjakarta.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bandarjakarta.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bandarjakarta.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bandarjakarta.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bandarjakarta.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bandarjakarta.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bandarjakarta.wordpress.com/200/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bandarjakarta.wordpress.com/200/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bandarjakarta.wordpress.com/200/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=200&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/10/15/ketika-batavia-direndam-banjir-1918/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3ed718e92190bd498f99e8129cff661?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Indra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>L.I EINDHOVEN &amp; CO DAN LAMPU GAS PERTAMA DI BATAVIA</title>
		<link>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/10/03/l-i-eindhoven-co-pabrik-gas-pertama-penerang-batavia/</link>
		<comments>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/10/03/l-i-eindhoven-co-pabrik-gas-pertama-penerang-batavia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2009 05:21:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indra Hardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA TENTANG JAKARTA]]></category>
		<category><![CDATA[L.I Eindhoven & Co]]></category>
		<category><![CDATA[pabrik gas ketapang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/10/03/l-i-eindhoven-co-pabrik-gas-pertama-penerang-batavia/</guid>
		<description><![CDATA[Selang beberapa tahun sebelum halaman depan rumah pelukis Raden Saleh di Cikini (sekarang Taman Ismail Marzuki) menjadi tontonan warga karena diterangi sinar lampu pijar yang tidak mati saat terkena tiupan angin, beberapa jalan di wilayah Batavia dan Buitenzorg (Bogor) sudah dilengkapi oleh fasiltas lampu gas sebagai sumber penerangan di malam hari. Nama L.I Eindhoven &#38; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=195&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selang beberapa tahun sebelum halaman depan rumah pelukis Raden Saleh di Cikini (sekarang Taman Ismail Marzuki) menjadi tontonan warga karena diterangi sinar lampu pijar yang tidak mati saat terkena tiupan angin, beberapa jalan di wilayah Batavia dan Buitenzorg (Bogor) sudah dilengkapi oleh fasiltas lampu gas sebagai sumber penerangan di malam hari.</p>
<p>Nama L.I Eindhoven &amp; Co disebut-sebut sebagai perusahaan pertama yang menyediakan fasilitas tersebut. Perusahaan yang berkantor di Gang Ketapang ini (sekarang Jl. KH Zainul Arifin, Jakarta Pusat. Lokasi bekas pabrik gas ini sekarang dijadikan kantor pusat PT. Perusahaan Gas Negara, Persero. Dan masih menyisakan satu bangunan tua peninggalan pabrik gas tersebut disisi depannya) memanfaatkan batu bara sebagai sumber bahan bakar.</p>
<p><span id="more-195"></span></p>
<p><img src="http://bandarjakarta.files.wordpress.com/2009/10/pabrikgasdijl-ketapang.png?w=240&#038;h=191" alt="Jl. KH. Zainul Arifin dimasa lalu. Latar belakang merupakan pabrik gas Gang Ketapang" width="240" height="191" align="right" /></p>
<p>L.I Eindhoven &amp; Co berdiri bulan November 1859, dan mulai beroperasi tahun 1861.</p>
<p>Data <em>Kompas.com</em> menyebutkan, 4 September 1862 lampu gas pertama menyala di <em>Istana Riswijk</em> (sekarang Istana Negara). Disusul kemudian pada 1 Oktober 1862 lampu gas digunakan untuk menerangi jalan-jalan disekitar Batavia.  Sayang, tidak disebutkan nama-nama jalan yang mendapatkan fasilitas penerangan lampu gas tersebut.</p>
<p>Tahun 1863, L.I Eindhoven &amp; Co diambil alih oleh perusahaan gas negara Belanda, NV Nederlandsch Indische Gas Maatschapij (NV NIGM) hingga tahun 1950. Tahun 1950 sampai tahun 1958 perusahaan ini dikenal dengan nama NV Overzeese Gas en Electriciteit Maatschappij (NV OGEM)The Netherlands Indies Gas Company.</p>
<p>Tahun 1958, setelah Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi kepemilikan perusahaan dan mengubah namanya menjadi Badan Pengambil Alih Perusahaan-Perusahaan Listrik dan Gas (BP3LG). Statusnya diubah menjadi BPU PLN pada tahun 1961.</p>
<p>13 Mei 1965, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19/1965, nama Perusahaan diubah menjadi Perusahaan Gas Negara (PN Gas), dan kemudian, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 27/1984, nama ini diubah lagi menjadi Perusahaan Umum ( Perum) Gas Negara.</p>
<p>30 Mei 1996, berdasarkan Akta Pendirian No.486, nama tersebut dirubah perusahaan menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero), sebuah Perseroan Terbatas (<a href="http://www.pgn.co.id/" target="_blank"><em>data situs resmi Perusahaan Gas Negara</em> </a>).</p>
<p>Seiring dengan semakin majunya perkembangan, tahun 1974 batu bara dan minyak sebagai sumber bahan pembuat gas diganti dengan gas alam karena dinilai lebih menguntungkan. Disisi lain, dengan semakin dikenalnya tenaga listrik sebagai sumber energi yang efisien menyebabkan lampu-lampu gas semakin berkurang peminatnya.</p>
<p>Hilangnya kejayaan lampu gas tidak otomatis membuat hilangnya pamor gas dalam keseharian. Penggunaan gas sebagai sumber energi ramah lingkungan masih banyak dijumpai dalam kehidupan masyarakat hingga saat ini.</p>
<p><em>*Dari berbagai sumber*</em></p>
<p><em>foto diambil dari internet</em></p>
<br />Posted in CERITA TENTANG JAKARTA Tagged: L.I Eindhoven &amp; Co, pabrik gas ketapang <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bandarjakarta.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bandarjakarta.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bandarjakarta.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bandarjakarta.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bandarjakarta.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bandarjakarta.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bandarjakarta.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bandarjakarta.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bandarjakarta.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bandarjakarta.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bandarjakarta.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bandarjakarta.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bandarjakarta.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bandarjakarta.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=195&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/10/03/l-i-eindhoven-co-pabrik-gas-pertama-penerang-batavia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3ed718e92190bd498f99e8129cff661?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Indra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bandarjakarta.files.wordpress.com/2009/10/pabrikgasdijl-ketapang.png" medium="image">
			<media:title type="html">Jl. KH. Zainul Arifin dimasa lalu. Latar belakang merupakan pabrik gas Gang Ketapang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEKILAS TENTANG ANCOL</title>
		<link>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/09/02/sekilas-tentang-ancol/</link>
		<comments>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/09/02/sekilas-tentang-ancol/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 18:58:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indra Hardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[CERITA TENTANG JAKARTA]]></category>
		<category><![CDATA[JALAN-JALAN]]></category>
		<category><![CDATA[Ancol]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Ancol]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandarjakarta.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai salah satu lokasi tujuan wisata, nama Ancol bukan merupakan nama yang asing bagi warga kota Jakarta. Kawasan wisata pantai yang memiliki beragam fasilitas hiburan ini  juga telah dikenal sejak lama bahkan mungkin sebelum masa penjajahan Belanda. Namun dengan berbagai keterbatasan informasi yang ada, sejarah kawasan ini baru diketahui sejalan dengan terbentuknya kota Batavia abad [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=170&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai salah satu lokasi tujuan wisata, nama Ancol bukan merupakan nama yang asing bagi warga kota Jakarta. Kawasan wisata pantai yang memiliki beragam fasilitas hiburan ini  juga telah dikenal sejak lama bahkan mungkin sebelum masa penjajahan Belanda. Namun dengan berbagai keterbatasan informasi yang ada, sejarah kawasan ini baru diketahui sejalan dengan terbentuknya kota Batavia abad ke-17.</p>
<p>Secara umum posisi Ancol tidak menguntungkan karena merupakan dataran rendah yang dipenuhi rawa. Meski demikian areal pantainya masih dianggap layak untuk dijadikan tempat tinggal karena letaknya yang landai dan dilindungi oleh gugusan kepulauan seribu, sehingga tidak memungkinkan dilanda amukan ombak laut Jawa.</p>
<p><span id="more-170"></span></p>
<p>Di lokasi pantai ini atau tepatnya diujung muara <em>Ancol Vaart</em> (sekarang kali Ancol), pemerintah kolonial Belanda pernah membangun sebuah benteng guna melindungi Batavia dari serangan musuh yang berasal dari laut (tidak ditemukan informasi mengenai tahun serta apakah lokasi benteng yang dimaksud sama dengan sisa benteng tua yang sekarang berada dalam kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol/Ancol Bay).</p>
<p>Selain sisa-sisa benteng, pantai Ancol juga memiliki sebuah bangunan tua bersejarah lain bernama <em>Kelenteng An Xu Da Bo Gong Miao</em> (sekarang Kelenteng Toapekong Ancol/Vihara Ancol. Letaknya didalam kawasan Taman Impian Jaya Ancol). Klenteng ini diperkirakan dibangun tahun 1650 oleh para pengikut <em><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Cheng_Ho" target="_blank">Armada Cheng Ho</a></em> saat berlabuh di kawasan Jakarta.</p>
<p>Pesatnya perkembangan kota Batavia di abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-18 membuat nama Ancol sebagai sebuah pantai yang terletak tidak jauh dari kota Batavia ikut terangkat. Keindahan pantai Ancol yang terkenal sering dimanfaatkan sebagai lokasi peristirahatan oleh penduduk.</p>
<p>Seperti yang pernah diabadikan<a href="http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/07/08/johannes-rach-1720-1783-karya-lukisannya-tentang-jakarta/" target="_blank">Johhanes Ranch</a> dalam <a href="http://digilib.pnri.go.id/in/dlKolGjr.aspx" target="_blank">karya-karya lukisannya tentang Ancol</a>, pada masa itu dengan mudah ditemukan banyak vila-vila peristirahatan berdiri di sekitar pantai ini, bahkan Gubernur Jendral Hindia Belanda  <a href="http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/07/11/tragedi-angke-1740/" target="_blank">Andriaan Valckneir</a> disebut-sebut pernah memiliki tempat peristirahatan di lokasi ini.</p>
<p align="center"><img src="http://bandarjakarta.files.wordpress.com/2009/09/estateofreverendmohrnearanco.jpg?w=240&#038;h=169" alt="Salah satu lukisan abad ke-17 tentang Ancol" width="240" height="169" /></p>
<p>Sayang, seiring hancurnya iklim kota lama Batavia di akhir abad-18 akibat polusi dan berjangkitnya wabah penyakit, serta adanya eksodus warga Batavia ke wilayah kota baru <a href="http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/07/20/weltevreden-cikal-bakal-pusat-pemerintahan-jakarta-saat-ini/" target="_blank">Weltevreden</a> membuat Ancol mulai ditinggalkan. Kawasan berawa ini dikatakan sebagai salah satu daerah sumber penyebaran penyakit malaria yang terkenal dan memakan banyak korban jiwa saat itu.</p>
<p>Pada masa kekuasaan imperialisme Jepang dikisahkan, rawa-rawa sekitar Ancol sering dimanfaatkan sebagai ladang eksekusi dan tempat pemakaman warga eropa khususnya Belanda yang berani melawan Jepang (beberapa sumber menuliskan setelah kekalahan Jepang oleh sekutu di perang dunia ke-II, makam-makam tersebut dibongkar dan dipindahkan ke lokasi pemakaman baru. Pemakaman ini sekarang dikenal dengan nama  <em>Everald Ancol</em> atau <em>Kuburan Belanda, </em> terletak dalam kompleks Taman Impian Jaya Ancol).</p>
<p>Setelah peristiwa kemerdekaan negara Indonesia tepatnya tahun 1965, presiden pertama Indonesia Soekarno mencetuskan ide untuk mengangkat kembali pamor Ancol dengan menjadikannya sebagai sebuah sarana rekreasi bagi warga Jakarta. Ide ini sempat tertunda pelaksanaannya dan baru dapat diwujudkan saat pemerintahan Jakarta dijabat oleh Ali Sadikin, tahun 1966. Diawali dengan hadirnya kawasan pantai Bina Ria Ancol yang terkenal dengan teater mobilnya di era 1970-an, kawasan  Ancol terus menerus dibenahi.</p>
<p>Tahun 1984, sebuah arena permainan berteknologi tinggi bernama <em>Dunia Fantasi</em> mulai diperkenalkan guna melengkapi fasilitas-fasilitas yang telah ada lebih dulu.</p>
<p>Kini kawasan pantai Ancol tidak lagi dikenal sebagai kawasan terbelakang. Namanya sudah berubah menjadi salah satu kawasan wisata dan hiburan terbaik yang ada di Jakarta.</p>
<br />Posted in CERITA TENTANG JAKARTA, JALAN-JALAN Tagged: Ancol, Jakarta, Sejarah Ancol <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bandarjakarta.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bandarjakarta.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bandarjakarta.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bandarjakarta.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bandarjakarta.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bandarjakarta.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bandarjakarta.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bandarjakarta.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bandarjakarta.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bandarjakarta.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bandarjakarta.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bandarjakarta.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bandarjakarta.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bandarjakarta.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=170&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/09/02/sekilas-tentang-ancol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3ed718e92190bd498f99e8129cff661?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Indra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bandarjakarta.files.wordpress.com/2009/09/estateofreverendmohrnearanco.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Salah satu lukisan abad ke-17 tentang Ancol</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JAYAKARTA, SEBUAH KOTA YANG HILANG</title>
		<link>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/08/19/jayakarta-sebuah-kota-yang-hilang/</link>
		<comments>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/08/19/jayakarta-sebuah-kota-yang-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 19:26:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indra Hardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEJARAH JAKARTA]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kota jayakarta]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah jayakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/08/19/jayakarta-sebuah-kota-yang-hilang/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak seperti Batavia yang menyimpan banyak jejak sejarah sebagai bukti keberadaannya pada masa lalu, kisah Jayakarta sebagai sebuah kota sebelum Batavia hilang sejak terjadinya peristiwa penyerangan yang dilakukan VOC  30 Mei 1619. Kota yang dibangun setelah kemenangan Fadhlullah Khan atas orang-orang Portugis dan Pajajaran di Sunda Kelapa 22 Juni 1527 ini benar-benar musnah tanpa dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=165&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak seperti Batavia yang menyimpan banyak jejak sejarah sebagai bukti keberadaannya pada masa lalu, kisah Jayakarta sebagai sebuah kota sebelum Batavia hilang sejak terjadinya peristiwa penyerangan yang dilakukan VOC  30 Mei 1619.</p>
<p>Kota yang dibangun setelah kemenangan Fadhlullah Khan atas orang-orang Portugis dan Pajajaran di Sunda Kelapa 22 Juni 1527 ini benar-benar musnah tanpa dapat dilacak jejaknya<em> (setelah peristiwa pengusiran orang-orang Portugis dari Sunda Kelapa Fadlullah Khan mengganti namanya menjadi Fatahillah/Falatehan dan mengubah nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta)  .</em></p>
<p>Letak bekas kota Jayakarta yang disebut-sebut berada disekitar wilayah dekat Pasar ikan hanyalah satu dari sekian banyak informasi yang belum bisa ditentukan kebenarannya. Sementara, bentuk dan letak Keraton Jayakarta yang merupakan pusat pemerintahan sama sekali tidak diketahui keberadaannya. Bahkan <a href="http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/03/04/museum-fatahillah/" target="_blank">Museum Fatahillah (Museum Sejarah jakarta)</a> sebagai pusat informasi sejarah Jakarta sejak zaman purba, tidak memiliki warisan satupun dari masa kejayaan Kota Jayakarta.</p>
<p><span id="more-165"></span></p>
<p><strong>Awal terbentuknya Kota Jayakarta</strong></p>
<p>Pesatnya perkembangan Sunda Kelapa setelah kekalahan Malaka atas Portugis tahun 1511 membuat pelabuhan yang berada dibawah kekuasaan kerajaan Hindu Pajajaran ini menjadi salah satu pelabuhan rempah-rempah penting di Nusantara setelah Malaka.</p>
<p>Tertarik dengan kebesaran Sunda Kelapa, 21 Agustus 1522, penguasa Portugis di Malaka <em>D&#8217;Albuquerque</em> mengirim <em>Henrique Leme</em> untuk<em> </em>menghadap penguasa Pajajaran dan membuat sebuah Perjanjian kerjasama yang isinya kurang lebih berbunyi : Portugis akan memberikan perlindungan kepada Kerajaan Pajajaran dari ancaman kerajaan-kerajaan Islam apabila Portugis diizinkan membeli rempah-rempah dalam jumlah besar dan mendirikan sebuah benteng di kawasan Sunda Kelapa <em>(Kesepakatan ini ditulis diatas batu prasasti yang dikenal dengan nama &#8220;Padrao Sunda Kelapa&#8221;.  Meski sempat hilang, Padrao Sunda Kelapa ditemukan kembali tahun 1918. Saat ini Padrao Sunda Kelapa menjadi salah satu koleksi sejarah &#8220;Museum Nasional&#8221;, Jakarta)</em> .</p>
<p>Kabar terjadinya kesepakatan antara Portugis-Pajajaran cepat menyebar dan menyulut kemarahan kerajaan-kerajaan Islam di Jawa. Mereka yang mengetahui politik Portugis setelah kekalahan di Malaka cepat menyusun kekuatan agar dapat merebut Sunda Kelapa terlebih dahulu.</p>
<p>22 Juni 1527,  setelah mengusir <em>Fransico de Sa</em> kembali ke Malaka, Sunda Kelapa dapat dikuasai sepenuhnya oleh pasukan muslim Demak dibawah pimpinan <em>Fatahillah</em>. Keberhasilan ini memperkecil pengaruh raja-raja Hindu Pajajaran diwilayah Sunda Kelapa. Sebagai gantinya sebuah kota dengan mayoritas penduduk muslim tumbuh dan berdiri dibawah kekuasaan Kesultanan Cirebon. Kota itu dinamakan Jayakarta, yang berarti &#8220;kota kemenangan&#8221;. Dan Fatahillah menjadi raja pertamanya dengan gelar <em>Pangeran Jayakarta</em> .</p>
<p>Setelah beberapa tahun berkuasa di Jayakarta, Fatahillah memutuskan untuk kembali ke Cirebon dan mewariskan gelar Pangeran Jayakarta kepada para penerusnya.</p>
<p><strong>Kedatangan Belanda dan pengkhianatan J.P Coen terhadap Pangeran Jayakarta.</strong></p>
<p>Banyaknya informasi yang diperoleh Belanda dari para pelarian Portugis tentang kemakmuran Jayakarta, menyebabkan Belanda memulai ekspedisi besar-besaran ke kota ini. Dimulai dari kedatangan empat kapal dibawah pimpinan <em>Cornellis de Houtman</em> 13 November 1596, kaum pedagang Belanda semakin banyak datang ke Jayakarta apalagi sejak dibentuknya organisasi dagang Belanda, VOC tahun 1602.</p>
<p>Januari 1611, berdasarkan perjanjian yang ditandatangani penguasa Jayakarta dengan Kapten <em>Jacques L&#8217;Hermite</em>, VOC diperbolehkan untuk membangun sebuah gudang permanen pertamanya yang terbuat dari kayu dan batu. Diatas tanah seluas 1,5 hektar di timur Ciliwung gudang ini dibangun dan diberi nama <em>Nassau Huis.</em></p>
<p>Tahun 1617, <em>Jan Pieterzoon Coen</em> yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jendral VOC ke-2 memperluas Nassau Huis dengan jalan membangun gedung kembarannya bernama <em>Mauritius Huis.</em> Di antara kedua gedung ini kemudian dibangun tembok berbentuk benteng segi empat dengan tinggi kurang lebih 6 meter yang dilengkapi meriam disetiap sudutnya. Dari dalam benteng ini penyerangan terhadap Jayakarta mulai dilakukan.</p>
<p>30 Mei 1619, dibawah pimpinan Jan Pieterzoon Coen VOC bergerak masuk kedalam Jayakarta dan membumihanguskan kota beserta seluruh isinya<em> (termasuk bangunan keraton Jayakarta)</em>. dan dengan alasan guna mencegah usaha balas dendam yang mungkin dilakukan oleh pengikut setia pangeran Jayakarta yang tersisa, VOC juga melakukan pengusiran terhadap orang-orang Banten, Cirebon dan Demak dari wilayah sekitar kota.</p>
<p>Ketika perang telah berakhir, VOC mengubah nama Jayakarta menjadi <em>koninkrijk Jacatra</em> (Kerajaan Jakarta) dan membangun kota baru yang dikelilingi benteng bernama <em>Batavia</em> diatas bekas reruntuhan kota Jayakarta.</p>
<p>Sejak itu cerita tentang &#8220;Kota Kemenangan Jayakarta&#8221; berakhir sudah. Seluruh sejarah yang ada hilang di timbun kebesaran nama Batavia.</p>
<p><em>dari berbagai sumber</em></p>
<br />Posted in SEJARAH JAKARTA Tagged: Jakarta, kota jayakarta, sejarah jayakarta <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bandarjakarta.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bandarjakarta.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bandarjakarta.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bandarjakarta.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bandarjakarta.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bandarjakarta.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bandarjakarta.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bandarjakarta.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bandarjakarta.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bandarjakarta.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bandarjakarta.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bandarjakarta.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bandarjakarta.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bandarjakarta.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=165&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/08/19/jayakarta-sebuah-kota-yang-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3ed718e92190bd498f99e8129cff661?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Indra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LUAR BATANG, SALAH SATU LOKASI PERKAMPUNGAN TUA JAKARTA</title>
		<link>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/08/01/luar-batang-salah-satu-lokasi-perkampungan-tua-jakarta/</link>
		<comments>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/08/01/luar-batang-salah-satu-lokasi-perkampungan-tua-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 01:52:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indra Hardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[JALAN-JALAN]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kampung luar batang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/08/01/luar-batang-salah-satu-lokasi-perkampungan-tua-jakarta/</guid>
		<description><![CDATA[Kampung Luar Batang, itulah nama sebuah pemukiman penduduk yang berada diwilayah Penjaringan-Jakarta Utara. Tepatnya di belakang bangunan bekas gudang yang sekarang menjadi Museum Bahari. Siapa menyangka lokasi padat dengan luas kurang lebih 16,5 hektar ini merupakan salah satu lokasi perkampungan tertua di Jakarta. Diperkirakan perkampungan ini terbentuk pada masa-masa awal kekuasaan VOC tahun 1620-an. Saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=162&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kampung Luar Batang, itulah nama sebuah pemukiman penduduk yang berada diwilayah Penjaringan-Jakarta Utara. Tepatnya di belakang bangunan bekas gudang yang sekarang menjadi Museum Bahari.</p>
<p>Siapa menyangka lokasi padat dengan luas kurang lebih 16,5 hektar ini merupakan salah satu lokasi perkampungan tertua di Jakarta.</p>
<p>Diperkirakan perkampungan ini terbentuk pada masa-masa awal kekuasaan VOC tahun 1620-an. Saat itu, guna memenuhi kebutuhan pekerja dalam membangun kawasan pelabuhan Sunda Kelapa serta bangunan-bangunan penting lain seperti Kastil dan benteng Batavia, pemerintahan VOC menggunakan banyak tenaga kerja yang ditempatkan di lokasi ini.</p>
<p>Wilayah ini sempat mendapat julukan sebagai &#8220;Kampung Jawa&#8221;, karena sebagian besar pekerja yang ditempatkan disini berasal dari suku jawa .</p>
<p>Bahkan dalam sebuah peta yang dibuat oleh Gubernur Jendral Van Der Parra tahun 1780 wilayah ini dinamakan sebagai<em>Javasche Kwartier.</em></p>
<p><em><span id="more-162"></span><br />
</em></p>
<p><strong>ASAL USUL NAMA LUAR BATANG.</strong></p>
<p>Terdapat banyak versi mengenai asal muasal nama &#8220;Luar Batang&#8221;. Salah satunya berkaitan dengan peristiwa &#8220;ganjil&#8221; yang melegenda tentang hilangnya jenasah seorang guru agama bernama Habib Husein Bin Abubakar Bin Abdullah Alaydrus dari dalam &#8220;kurung batang&#8221; (keranda pengangkut jenasah).</p>
<p>Habib Husein Bin Abubakar Bin Abdullah Alaydrus merupakan seorang ulama keturunan Yaman yang hidup di abad 17 Masehi.</p>
<p>Sebagai musafir kehidupan Habib Husein kerap berpindah-pindah hingga pada suatu saat ia berlabuh di Sunda kelapa dan memutuskan menetap di sebuah perkampungan tidak jauh dari pelabuhan.</p>
<p>Habib Husein dikisahkan mempunyai banyak mukzizat. Ia diceritakan dapat menghilang dari dalam penjara untuk sekedar memberikan petuah agama pada malam hari dan kembali ke penjara pada siang harinya tanpa sepengetahuan penjaga (Habib Husein pernah mendekam di penjara Glodok akibat kecurigaan pemerintah VOC terhadap aktivitas dakwahnya).</p>
<p>Habib Husein wafat tanggal 24 Juni 1756 atau 27 Ramadhan 1169 (ada yang menyebutkan bahwa Habib Husein wafat tanggal 27 Juni 1756 atau 17 ramadhan 1169). Diceritakan, sebelum wafat Habib Husein pernah berpesan agar ia dimakamkan di tempat tinggalnya.</p>
<p>Namun entah kenapa warga dan para pengikutnya memutuskan untuk memakamkan beliau di sebuah pemakaman yang terletak diluar kampung. Dari sinilah yang cerita ganjil itu bermula. Dikisahkan jenasah sang habib selalu keluar dari dalam kurung batang saat hendak dibawa kelokasi pemakaman. Peristiwa terus terjadi hingga akhirnya Sang Habib di makamkan di tempat tinggalnya.</p>
<p>Begitu terkenalnya cerita ini hingga kampung tempat terjadinya peristiwa keluarnya jenasah tersebut dinamakan kampung &#8220;Luar Batang&#8221; Yang berarti keluarnya jenasah dari dalam kurung batang. <em>Wallahu alam</em></p>
<p>Versi lain asal nama kampung Luar Batang diambil dari letaknya yang berada diluar pintu masuk pelabuhan Sunda Kelapa.</p>
<p>Saat itu, guna mengontrol keluar masuknya kapal ke wilayah pelabuhan, dibangunlah pos penjagaan di muara sungai Ciliwung. Pos penjagaan ini dilengkapi pagar yang dibuat dari batang-batang kayu besar yang diletakkan melintang. Seiring dengan berkembangnya pelabuhan Sunda Kelapa sebagai pelabuhan yang sibuk maka, areal seputar pelabuhan pun mulai hidup. Satu per satu wilayah perkampungan bermunculan. Salah satunya adalah kawasan perkampungan pekerja kasar dan nelayan yang berada diluar pintu masuk pelabuhan.</p>
<p>Entah siapa yang memulai, akhirnya orang mengenal perkampungan tersebut sebagai kampung &#8220;Luar Batang&#8221;. Nama Luar Batang sendiri tidak memiliki arti apa-apa kecuali bahwa kampung tersebut berada di luar wilayah pelabuhan yang dipagari dengan batang-batang kayu besar.</p>
<p><strong>BERWISATA KE KAMPUNG LUAR BATANG.</strong></p>
<p>Meskipun saat ini kondisi kampung kurang batang tidak begitu teratur akibat padatnya perumahan penduduk disekitar lokasi, namun secara garis besar kawasan Kampung Luar Batang merupakan salah satu tempat menarik untuk dikunjungi. Tipe rumah-rumah nelayan yang dilengkapi oleh berbagai jenis perahu kecil merupakan salah satu objek tersendiri selain adanya dua buah bangunan tua berupa sebuah masjid dan makam milik Habib Husein Bin Abubakar Bin Abdulah Alaydrus yang selalu rutin dikunjungi para peziarah.</p>
<p>Sementara, disekitar kawasan ini dikenal memiliki banyak bangunan peninggalan sejarah yang masih terjaga. Adanya bangunan bekas gudang tua yang dialih fungsikan sebagai &#8220;Museum Bahari&#8221;, bangunan menara Syahbandar dan Pasar Ikan serta lokasi pelabuhan Sunda Kelapa dengan kapal kayu dan kesibukannya dapat dijadikan satu paket wisata saat akan berkunjung ke wilayah Kampung Luar Batang.</p>
<p><em>*Diambil dari berbagai sumber</em></p>
<br />Posted in JALAN-JALAN Tagged: Jakarta, kampung luar batang <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bandarjakarta.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bandarjakarta.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bandarjakarta.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bandarjakarta.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bandarjakarta.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bandarjakarta.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bandarjakarta.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bandarjakarta.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bandarjakarta.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bandarjakarta.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bandarjakarta.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bandarjakarta.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bandarjakarta.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bandarjakarta.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=162&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/08/01/luar-batang-salah-satu-lokasi-perkampungan-tua-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3ed718e92190bd498f99e8129cff661?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Indra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WELTEVREDEN, CIKAL BAKAL PUSAT PEMERINTAHAN JAKARTA  SAAT INI</title>
		<link>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/07/20/weltevreden-cikal-bakal-pusat-pemerintahan-jakarta-saat-ini/</link>
		<comments>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/07/20/weltevreden-cikal-bakal-pusat-pemerintahan-jakarta-saat-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 16:15:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Indra Hardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[SEJARAH JAKARTA]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pusat pemerintahan Batavia]]></category>
		<category><![CDATA[weltevreden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/07/20/weltevreden-cikal-bakal-pusat-pemerintahan-jakarta-saat-ini/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak terjadinya bencana letusan Gunung Salak tahun 1696 dan ditambah dengan kerusakan lingkungan yang semakin parah akibat penebangan hutan besar-besaran guna pembukaan lahan perkebunan di sepanjang aliran sungai Ciliwung berpengaruh buruk bagi lingkungan disekitar Benteng Batavia. Proses sedimentasi dan pendangkalan sungai membuat meluapnya kotoran. Air menjadi keruh dan berbau. Nyamuk dan lalat berkembang biak dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=157&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="width:202px;height:303px;" src="http://bandarjakarta.files.wordpress.com/2009/07/petabatavia_1897.jpg?w=237&#038;h=368" alt="petabatavia 1897" width="237" height="368" align="left" /> Sejak terjadinya bencana letusan Gunung Salak tahun 1696 dan ditambah dengan kerusakan lingkungan yang semakin parah akibat penebangan hutan besar-besaran guna pembukaan lahan perkebunan di sepanjang aliran sungai Ciliwung berpengaruh buruk bagi lingkungan disekitar Benteng Batavia.</p>
<p>Proses sedimentasi dan pendangkalan sungai membuat meluapnya kotoran. Air menjadi keruh dan berbau. Nyamuk dan lalat berkembang biak dengan subur di rawa-rawa yang tergenang.</p>
<p>Selain itu, banyaknya mayat yang ditemukan di muara kali-kali Batavia akibat tingginya tingkat kriminalitas dan masalah kekurangan air bersih, membuat Batavia dijangkiti wabah penyakit. Terutama kolera dan flu. Bahkan beredar informasi bahwa pendiri Batavia Jan Pieterzoon Coen wafat akibat penyakit kolera yang mematikan ini (terdapat dua versi pendapat mengenai kematian J.P Coen. Versi pertama mengatakan bahwa J.P Coen mati dalam pertempuran melawan pemberontak. Sementara versi lain menyatakan J.P Coen wafat akibat wabah kolera).</p>
<p><span id="more-157"></span></p>
<p>Tahun 1732, guna menanggulangi masalah kekurangan air bersih Gubernur Jendral ke-22 <em>Diederik Durven</em> memutuskan penggalian <em>Saluran Mookevart</em> yang menghubungkan sungai Cisadane dan kali angke dari arah Tangerang guna menambah debit air sungai. Program ini ternyata kurang berhasil dan menyebabkan bencana banjir bagi Batavia di tahun-tahun berikutnya.</p>
<p>Di sisi lain, semakin tingginya tingkat kemakmuran masyarakat Batavia akhir abad 18, menyebabkan warga mencari tempat tinggal lebih baik di luar lokasi tembok Batavia. Perkembangan kota beralih dari sekitar Benteng ke arah Selatan yang memiliki udara lebih bersih dan sehat.</p>
<p>Pemukiman-pemukiman baru dengan gedung-gedung megah mulai banyak terbentuk disekitar <em>Molenvliet</em> (Jl.Gajah Mada dan Jl.Hayam Wuruk), <em>Riswijkstraat</em> (Jl.Majapahit), <em>Noordwijk</em> (Jl.Ir.Juanda) dan <em>Weltevreden</em> (khusus untuk Weltevreden merupakan kawasan peristirahatan elite bagi para pembesar VOC waktu itu).</p>
<p>Pada dasarnya wilayah Weltevreden bukanlah sebuah wilayah baru dalam peta Batavia. Wilayah ini sudah terbentuk sejak abad 17. Bermula saat <em>Anthonij Paviljoun</em> membangun vila-vila peristirahatan diatas lahan pemberian pemerintah kolonial tahun 1648 dengan nama <em>Weltevreden</em>. Kompleks perumahan inilah yang merupakan cikal bakal kawasan Weltevreden (letak kompleks tersebut saat ini berada disekitar Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto).</p>
<p>Kawasan Weltevreden mulai berkembang saat <em>Justinus Vinck</em> (1733-1735) membangun dua buah pasar besar didalamnya ( <a href="http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/07/04/pasar-senen-setelah-274-tahun/" target="_blank">pasar Senen</a> dan pasar Tanah Abang). Pasar-pasar tersebut dihubungankan oleh <em>De Grote Zuiderweg</em> (jalan tembus melalui Kampung Lima–Perapatan–sampai Kramat–terus ke Senen. Jalan Gunung Sari–Pasar Senen–Kramat).</p>
<p>Kemajuan kawasan Weltevreden semakin pesat ketika <em>Gubernur Jendral Jacob Mossel</em> memerintahkan penggalian <em>Kali Lio</em> ( saluran yang menghubungkan Sungai Ciliwung dengan parit memanjang yang sejajar dengan De Grote Zuiderweg) guna memudahkan sarana transportasi air dari dan menuju pasar.</p>
<p>Selain itu, Jacob Mossel juga memerintahkan dibangunnya sebuah villa besar di tikungan Ciliwung sebagai tempat peristirahatan yang kemudian dibeli oleh penerusnya <em>Gubernur jendral</em> <em>Petrus Albertus Van Der Parra</em> tahun 1767. Rumah ini selanjutnya dinamakan <em>Istana Weltevreden. </em></p>
<p>Tahun 1857 Istana Weltevreden berubah fungsi menjadi <em>Rumah Sakit Militer Kolonial</em> (sekarang Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto).</p>
<p align="center"><img style="width:448px;height:300px;" src="http://bandarjakarta.files.wordpress.com/2009/07/esatepetrusalbertusvanderparra-weltevreden.jpg?w=240&#038;h=174" alt="" width="240" height="174" /></p>
<p>Diakhir masa kekuasaan VOC, Gubernur Jendral terakhir VOC <em>Gerardus van Overstraten</em> (1796-1801) memutuskan kawasan Weltevreden resmi dijadikan pusat pemerintahan pengganti kota Batavia lama dengan Istana Weltevreden sebagai jantungnya.</p>
<p>Sejarah kawasan Weltevreden terus berlanjut saat terjadinya transisi pemerintahan dari VOC ke kolonial Hindia Belanda. Dibawah pemerintahan Gubernur Jendral Hindia Belanda ke-36 <em>Herman Willem Daendels (1890)</em>, Kastil Batavia yang merupakan figur kota lama Batavia diwilayah Pasar Ikan dibongkar. Pusat pemerintahan digeser kewilayah baru tidak jauh dari Weltevreden. Wilayah ini kemudian dikenal dengan nama <em>Waterloplein</em> (Lapangan Banteng) dengan <em>Paleis van Daendels/Het Groote Huis</em> (sekarang menjadi Gedung Departemen keuangan ) sebagai pusat dan <a href="http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/03/19/dimanakah-letak-benteng-meester-cornelis/" target="_blank"><em>Meester Cornelis</em></a> (Jatinegara) sebagai basis pertahanannya. Sayang, karena situasi peperangan bangunan ini baru selesai dibuat semasa pemerintahan <em>Gubernur Jenderal Du Bus de Ghisignies</em> (1826-1828).</p>
<p>Selain membuat <em>Het Groote Huis</em> , Deandless juga membangun sebuah lapangan yang menjadi lapangan terbesar di Asia sebagai tempat latihan para militernya. Lapangan ini dikenal dengan nama <em>Bufflesveld/ Champs de Mars.</em> Tahun 1818 lapangan ini berganti nama menjadi <em>Koningsplein/ Lapangan Raja</em> (sekarang Lapangan Monas)</p>
<p>Ketika era Daendels berakhir, perkembangan pusat pemerintahan Batavia baru semakin terpusat diwilayah seputaran Koningsplein. Hal ini ditandai dengan dibelinya <em>Istana Riswijk</em> (<em>Hotel van den Gouverneur-Generaal</em>) yang merupakan bekas rumah peristirahatan <em>J.A Van Braam</em> di tahun 1821 oleh pemerintah kolonial Belanda untuk digunakan sebagai gedung pemerintahan dan lokasi penginapan para Gubernur Jendral Hindia Belanda saat berkunjung ke Batavia (sekarang Istana Negara).</p>
<p>Dikarenakan ruang Istana Riswijk yang kecil hingga tidak dapat menampung tamu-tamu undangan dalam upacara resmi kenegaraan, maka atas inisiatif  <em>Gubernur Jendral J.W Vans Lansberge</em> tahun 1873-1879 dibangunlah sebuah istana baru dalam lahan yang sama. Istana ini kemudian diberi nama <em><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Istana_Merdeka" target="_blank">Istana Gambir</a></em> (sekarang Istana Merdeka). Di istana Gambir inilah peristiwa penandatanganan pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat dan berkibarnya bendera Dwikora Indonesia tanggal 27 Desember 1949 berlangsung.</p>
<p>Tahun 1905, <em>Gemeente Batavia</em> mengambil alih tanggung jawab atas pengelolaan seluruh wilayah kota Batavia. Rencana perluasan kota yang lebih terstruktur dicanangkan. Kawasan seperti Menteng dan Gondangdia dialih fungsikan dari wilayah perkebunan menjadi wilayah perumahan lengkap dengan fasilitas air bersih dan jalan raya.  Sementara, wilayah seputar Koningsplein sendiri dikembangkan sebagai pusat pemerintahan, perkantoran dan hiburan berdasarkan rencana induk kota Batavia 1937.</p>
<p>Saat ini, keseluruhan wilayah Weltevreden dengan Koningsplain sebagai pusatnya menjadi wilayah administratif Kotamadya Jakarta Pusat sekaligus Pusat Pemerintahan Negara Republik Indonesia. Beberapa bangunan bersejarah masa lalu seperti Paleis van Daendels (Istana Daendels), Schouwburg (gedung kesenian Jakarta), Istana Riswjk (Istana Negara), Istana Merdeka, gedung Museum Nasional, Waterloplein (Kawasan Lapangan Banteng) dan Stasiun Weltevreden (Stasiun Gambir) tetap dipertahankan dan terawat cukup baik.</p>
<p>Sementara wilayah yang tidak kalah penting seperti kawasan Senen, Tanah Abang dan kawasan Menteng-Gondangdia yang merupakan kota taman pertama dalam tata kota modern selain dari jalur Thamrin-Sudirman-Kuningan yang dikembangkan di era presiden Soekarno terus tumbuh mengikuti perkembangan zaman.</p>
<p>Disisi lain beberapa bangunan yang dianggap tidak lagi bermanfaat dibongkar dan dialih fungsikan, seperti yang terjadi pada sebuah taman terbesar di Asia bernama <em><a href="http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/04/09/taman-wilhelmina/" target="_blank">Taman Wilhelmina</a></em> .</p>
<p>*sumber : situs Badan Perncanaa Kotamadya Jakarta Pusat, wikipedia.org</p>
<p>*Koleksi foto : digilib.pnri.go.id; internet</p>
<br />Posted in SEJARAH JAKARTA Tagged: Jakarta, pusat pemerintahan Batavia, SEJARAH JAKARTA, weltevreden <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bandarjakarta.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bandarjakarta.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bandarjakarta.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bandarjakarta.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bandarjakarta.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bandarjakarta.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bandarjakarta.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bandarjakarta.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bandarjakarta.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bandarjakarta.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bandarjakarta.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bandarjakarta.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bandarjakarta.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bandarjakarta.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bandarjakarta.wordpress.com&amp;blog=6772376&amp;post=157&amp;subd=bandarjakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bandarjakarta.wordpress.com/2009/07/20/weltevreden-cikal-bakal-pusat-pemerintahan-jakarta-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d3ed718e92190bd498f99e8129cff661?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Indra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bandarjakarta.files.wordpress.com/2009/07/petabatavia_1897.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">petabatavia 1897</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bandarjakarta.files.wordpress.com/2009/07/esatepetrusalbertusvanderparra-weltevreden.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
