KOTA JAKARTA [dot] INFO, Sejarah, Jalan-jalan dan Cerita tentang Jakarta

Bercerita tentang Jakarta

DIMANAKAH LETAK BENTENG MEESTER CORNELIS


Gambar di atas kertas dengan kuas dan tinta cina, berukuran 32,5 X 52 cm, melukiskan pasar di depan gerbang benteng Belanda Meester Cornelis sekitar 15 kilometer Selatan Batavia. Nama diambil dari Cornelis Senen, yaitu orang Indonesia beragama nasrani berasal dari pulau Banda Neira yang menghibahkan tanahnya itu tahun 1661, sekarang disebut Mester ( Jatinegara ). Pasar di Meester Cornelis dibuka setiap hari Kamis.

Di depan tampak seorang kusir Jawa melepas kerbaunya dan memakir pedati di dekatnya. Di bawah gubug, beberapa wanita sedang menggelar barang dagangannya di atas kain, sementara pelanggan berjalan keliling.

Benteng Meester Cornelis yang berbentuk bintang 7 titik dengan gardu penjagaan yang dipersenjatai meriam, berada di sisi Sungai Ciliwung, berfungsi untuk menjaga jalan Selatan ke arah Buitenzorg ( Bogor ).

Di sebelah kiri menara tampak atap genteng rumah perwira komandan barak prajurit Eropa. Di sebelah kanan tampak atap daun kelapa dari rumah tempat penyimpanan dan tempat tinggal pekerja. Di atas tembok terdapat kandang burung dara yang dipelihara untuk dikonsumsi, sedangkan atap daun kepala yang khas dengan tiang atap bersilang dan rumpun pohon kepala sebagai ciri khas sebuah kampung jawa

**

Itulah deskripsi untuk lukisan Johanes Rach mengenai bentuk benteng Meester Cornelis yang dikutip dari Koleksi Digital Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Seperti layaknya kawasan kota tua diJakarta, kawasan Jatinegara ( dahulu dikenal dengan nama Mesteer atau Mester ) banyak menyisakan bangunan-bangunan bersejarah, di antaranya Stasiun Kereta Api Jatinegara, Gereja GPIB Koinonia (dulu dikenal dengan nama Gereja Bethel), Kantor Pos Jatinegara, dan gedung tua bekas markas Kodim didepan stasiun Jatinegara 0505 yang konon merupakan rumah dari bekas bupati Meester sendiri.

Tidak seperti bangunan-bangunan tua peninggalan zaman VOC di wilayah kota tua Jakarta, nasib bangunan dikawasan Jatinegara tampaknya lebih buruk dan tidak terawat sama sekali. Bahkan sebagian besar telah hancur tanpa sempat diketahui jejaknya.Termasuk sebuah benteng bernama ” Benteng Meester Cornelis ” yang didirikan atas perintah Gubernur Jendral Daendless.

Tidak ditemukan literatur detil mengenai arsitektur dan letak benteng ini kecuali bahwa ia terletak ditepi sungai Ciliwung dan berbentuk bintang dengan tujuh sudut seperti yang terekam dalam lukisan karya Johanes Rach diatas.

Lalu dimana dan bagaimanakah bentuk benteng itu ?

Foto : Koleksi Digital Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Iklan

Filed under: SEJARAH JAKARTA,

9 Responses

  1. ahmad yahdillah berkata:

    terlalu lama sy hadir ..dan membaca literatur wilayah tempat saya tinggal saat ini…2009 -2017..wow. thax..naskahnya…secara akurat letak benteng memang sampai hari ini tidak ada literatur lengkap tentang dimana letak benteng tersebut.saya pun..heran …apakah pernah ada atau tidak..dalam artian naskah gambar tersebut apakah hanya siteplan..saja…tapi saya punya rasa penasaran dengan cerita orang 2 tua saya ..dulu kalo bercerita tentang wilayah saya yaitu kampung pulo….pasti pernah dengar jamannya pa ahok…jadi sya pernah mendengar cerita dulu..pada saat pembangunan rumah saya saat ini pada tahun 1960 an.dan bebrapa lokasi di wilayah ini …sering kali penduduk menemukan susunan bata merah didalam tanah.saat pembuatan pondasi…susunan bata juga ditemukan di area pinggir sungai ciliwung.jika sejarah mengatakan benteng meester cornelis berada di aliran sungai ciliwung di wilayah mester…hanya kampung pulo yang 80 % sesuai gambaraan literatur mendekati akurat.dengan posisi nya strategis…walaupun saat ini sangat sulit untuk di telaah dr sisi kondisinya….malam ini saya membca arrikel ini malah de javu para almarhum dan cerita masa lalunya….itu saja …terimakasih.

    • ahmad yahdillah berkata:

      tambahan…nih..era tahun 1960an..bangunan rumah penduduk di area kampung pulo adalah masih berbahan kayu dan bambu.jadi otomatis penduduk belum familiar dengan penggunaan batu bata besar yang disusun.yang mrk temukan…dan mereka mengabaikan.nya.mengenai kondisi kondisi saat ini sungai ciliwung mengalami pendangkalan luar biasa..sehingga daratan asli pemukiman dan sungai sangat berbeda jauh di masa lampau…mengenai posisi benteng…memang kurang banyak cerita yang menurunkan.ke anak cucu..mengingat kp.pulo ini meemang belum moderat seperti sekarang.cerita masa lampau..area ini memang ditumbuhi banyak tanaman…tetapi menjadi pertimbangan…jika memang ada struktur bangunan di bawah tanah…disebabkan apa sampai terkubur..?..banjir? letusan gunung? atau amblasnya struktur tanah ditambah pendangkalan sungai…?.mengenai pemilihan area kp pulo..ini…cukup menarik..sampai saat ini saja..akses masuk hanya ada didepan…karna smakin keploksok semua terhalang sungai…sebagai pembatas jaktim dan jaksel…( ciri pertahanan benteng yang menguntungkan ). dari sisi keindahan landscape nya..dahulu sangat indah dengan kerimbunan pohon juga suasana tepi sungai yang masih asri…dan sungai ini digunakan masyarakat dari bogor sebagai jalur pengiriman logistik via jalur air….yang menjadi menarik lagi di depan kp pulo masih berdiri sekolah katolik st.maria fatimah…tepat di jln jtinegara barat…tetapi setelah sy telusuri ..ternyata masih baru. berdasarkan cerita orang tua saya pribadi…pernah mengungkapkan…dimasa sy kecil..mengenai seringnya menemukan struktur bata di bawah tanah…beliau mengungkapkan..ke kami anak anaknya…” jangan jangan disini pernah ada candi..dr masa lalu..”

  2. thepowerofamanah berkata:

    Salam Blogger,

    Wilayah jatinegara awalnya sampai ke cikarang/lemah abang bekasi

    yg namanya batavia cuma wilayah elit di utara

    trus batavia dan jatinegara digabung

  3. thepowerofamanah berkata:

    Wilayah jatinegara awalnya sampai ke cikarang/lemah abang bekasi

    yg namanya batavia cuma wilayah elit di utara

    trus batavia dan jatinegara digabung

  4. […] van Daendels/Het Groote Huis (sekarang menjadi Gedung Departemen keuangan ) sebagai pusat dan Meester Cornelis (Jatinegara) sebagai basis pertahanannya. Sayang, karena situasi peperangan bangunan ini sendiri […]

  5. […] pelengkap data artikel dalam blog ini ( baca : Pasar Senin Menjelang 274 Tahun Sejarahnya; dan Dimanakah Letak Benteng Meester Cornelis ) juga merupakan karya Johannes Rach yang di sadur dari Koleksi Digital Perpustakaan Nasional […]

  6. […] Belanda ). Jalur pertama yang dilayani adalah jalur kereta listrik ( trem ) Tanjung Priok – Mesteer Cornelis , dengan lokomotif listrik seri SS.3200 ( lokomotif listrik pertama yang dioperasikan diIndonesia ) […]

  7. masmpep berkata:

    sip. memang perlu dikaji. sayang saya tak punya banyak data. saya pernah baca intisari edisi ‘gado-gado betawi’. cukup mampu menggambarkan detail betawi abad pertengahan itu.

    salam blogger.
    masmpep.wordpress.com

    • Indra Hardiansyah berkata:

      Boleh di-share tuh mas kl memang masih ada majalahnya. Paling tidak menambah perbendaharaan yang telah ada.

      Thx sudah mampir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cuaca

Pemberitahuan

Anda diperkenankan untuk menggunakan atau mengambil sebagian atau seluruh koleksi artikel dan foto di blog ini setelah terlebih dahulu mendapatkan izin dari administrator ( khusus untuk artikel dan foto yang merupakan koleksi pribadi penulis ). Tentu saja dengan mencatumkan alamat URL blog ini sebagai sumbernya.
Sementara untuk beberapa artikel maupun foto yang bukan merupakan koleksi pribadi penulis, administrator hanya akan memberikan URL sumber yang bersangkutan kepada anda.


Terima kasih.

YM Penulis


Blog Stats

  • 94,041 hits
%d blogger menyukai ini: