KOTA JAKARTA [dot] INFO, Sejarah, Jalan-jalan dan Cerita tentang Jakarta

Bercerita tentang Jakarta

TAMAN WILHELMINA


” Hari Minggu pagi yang indah, 28 Desember (1913).. Seluruh Weltevreden masih setengah tertidur..para pengendara sepeda motor berdiri dalam kelompok-kelompok direrumputan segar Taman Wilhelmina..Tepat menjelang setengah tujuh, motor kami bergerak, dan kami pergi dari tempat pertemuan.. Betapa indah pemandangannya !.. ( Engineers Of Happy Land; Rudolf Mrazek )

***

“… Sore itu, Taman Wilhelmina tidak begitu ramai. Satu dua pasangan, jalan bergandengan tangan menikmati udara sore. Mereka berbincang nyaris tanpa suara. Ada juga pasangan yang duduk direrumputan tepi kali ….” ( Primadona-Sebuah roma; Nano Riantiarno )

***


Sekilas seperti itulah gambaran suasana Taman Wilhelmina. Sebuah taman terbesar yang pernah dibuat penguasa kompeni Belanda di wilayah Batavia.

Taman Wilhelmina dibangun atas prakarsa Gubernur Jenderal Van De Bosch tahun 1834. Selain berfungsi sebagai kebun sayur bagi para opsir Belanda diwilayah tersebut, taman Wilhelmina juga merupakan salah satu tempat tamasya favorite bagi para pembesar Kompeni, serta tuan tanah yang menetap di sekitar Weltevreden.

Menurut cerita, nama Wilhelmina diambil sebagai bentuk penghormatan warga Hindia Belanda pada calon ratu Wilhelmina .

Hal menarik yang dapat diceritakan dari Taman Wilhelmina adalah,karena letaknya yang sangat dekat dengan sungai Ciliwung pengunjung dapat mendengar suara gemericik air mengalir. Selain itu , di lokasi ini terdapat benteng bernama “Benteng Federik Hendrik”, yang oleh warga pribumi sering kali disebut sebagai “Gedung Tanah”, serta sebuah Monument “Waterloo” atau dikenal juga dengan nama “Atjeh Monument”. Sebuah monument yang dibangun untuk memperingati tewasnya para serdadu Belanda dalam perang diwilayah Nagroe Aceh Darussalam.

Sayang, seiring perkembangan jaman kondisi Taman Wilhelmina semakin nari makin tidak terawat. Bahkan di awal tahun 1950-an taman indah ini sempat berubah menjadi sebuah lokasi terlantar dan sangat kotor. Hingga akhirnya atas permintaan Presiden Soekarno seluruh taman beserta bangunan yang terdapat didalamnya ditata ulang. Dan areal bekas “Benteng Frederik Hendrik” didirikan sebuah proyek masjid terbesar di Asia Tenggara yang menjadi simbol kerukunan umat beragama Indonesia. Masjid tersebut diberi nama ” Masjid Istiqlal”.

Dari berbagai sumber.

Terdapat beberapa koleksi foto tua mengenai Taman Wilhelmina yang memiliki Hak Cipta hingga tidak dapat dilampirkan dalam tulisan ini.

Filed under: CERITA TENTANG JAKARTA, SEJARAH JAKARTA, , ,

2 Responses

  1. […] digunakan sebagai jalur untuk menuju lokasi benteng (Citadel) Frederik Hendrik yang berada ditengah Taman Wilhelmina (Kawasan bekas benteng dan Taman Wilhelmina saat ini digunakan sebagai tempat berdirinya sebuah […]

  2. […] dibongkar dan dialih fungsikan, seperti yang terjadi pada sebuah taman terbesar di Asia bernama Taman Wilhelmina […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cuaca

Pemberitahuan

Anda diperkenankan untuk menggunakan atau mengambil sebagian atau seluruh koleksi artikel dan foto di blog ini setelah terlebih dahulu mendapatkan izin dari administrator ( khusus untuk artikel dan foto yang merupakan koleksi pribadi penulis ). Tentu saja dengan mencatumkan alamat URL blog ini sebagai sumbernya.
Sementara untuk beberapa artikel maupun foto yang bukan merupakan koleksi pribadi penulis, administrator hanya akan memberikan URL sumber yang bersangkutan kepada anda.


Terima kasih.

YM Penulis


Blog Stats

  • 80,845 hits
%d blogger menyukai ini: