KOTA JAKARTA [dot] INFO, Sejarah, Jalan-jalan dan Cerita tentang Jakarta

Bercerita tentang Jakarta

PASAR SENEN MENJELANG 274 TAHUN SEJARAHNYA


pasar senenGambar disamping merupakan salah satu karya lain dari Johannes Rach yang diambil dari koleksi digital perpustakaan Nasional. Melukiskan kesibukan yang terjadi di pasar Snees dikisaran tahun 1770-an.

Gambar dibuat di jalan menghadap ke ke arah Selatan. Di depan tampak kereta kuda Gubernur Jenderal Van der Parra dengan barisan pengiringnya menuju gerbang perumahan Weltevreden. Jalan ke arah kiri menuju Buitenzorg. Di ujung jalan ini. di kejauhan tampak G. Salak. Jalan dibagi dua dengan pembatas tiang pancang di tengah. Satu sisi untuk pedati yang ditarik sapi, dan sisi lain untuk kereta kuda.

***

Pasar Snees atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Pasar Senen merupakan pasar tertua yang ada di Jakarta. Dinamai Pasar Snees karena pedagang di pasar yang awalnya berlangsung setiap hari Senin ini didominasi oleh masyarakat etnis Cina. Dalam perjalannya nama pasar ini berubah menjadi Vink passer ( merujuk kepada arsitek pengembangnya Yustinus Vink ).

Menurut informasi, waktu pembangunan Pasar Senen adalah bersamaan dengan waktu pembangunan Pasar Tanah Abang, yakni pada 30 Agustus 1735 oleh seorang tuan tanah yang juga seorang arsitek bernama Yustinus Vink dari lahan milik anggota Dewan Hindia bernama Corrnelis Chastelein. Meskipun awalnya pasar ini hanya dibuka pada hari Senin, namun tahun 1766 pasar yang ramai dikunjungi ini akhirnya dibuka untuk hari selain hari Senin.

Dalam perkembangannya wajah pasar Senen serta kawasan disekelilingnya senantiasa berubah. Selama lebih dari 274 tahun kawasan pasar ini menyimpan banyak cerita dan sejarah terjadi didalamnya. Di era pra kemerdekaan misalnya (1930-an), kawasan sekitar pasar Senen merupakan kawasan berkumpulnya para intelektual muda serta para pejuang bawah tanah jebolan Stovia. Beberapa pemimpin pergerakan seperti Chairul Saleh, Adam Malik, juga Soekarno dan Hatta, acap menggelar pertemuan di kawasan ini.

Di zaman penjajahan Jepang (1942) hingga tahun 1950-an, kawasan sekitar Pasar Senen menjadi tempat favorite berkumpulnya para seniman dari era pujangga baru. Mereka dijuluki Seniman Senen. Nama-nama seperti Ajip Rosidi, Sukarno M. Noor, Wim Umboh, dan HB Yasin, muncul dari Senen.

Memasuki era 1970-1990-an, nama kawasan Pasar Senen semakin membesar dan tumbuh sebagai pusat ekonomi dan hiburan. Bahkan saat pertunjukan film bioskop mulai dikenalkan diJakarta, Senen tak ketinggalan. Dua gedung Bioskop “Rex” dan “Grand” dibangun guna memenuhi keinginan masyarakat akan hiburan.

Fenomena kehebohan kawasan Pasar Senen sebagai pusat perekonomian dan hiburan semakin menjadi saat Gubernur Ali Sadikin mencanangkan pembangunan “Proyek Senen” yang dilengkapi fasilitas gedung parkir melingkar. Itulah lokasi gedung parkir pertama yang ada di Jakarta.

Sayangnya sejak peristiwa kerusuhan massal tahun 1998, pamor kawasan Pasar Senen mulai redup. Berbagai penjarahan dan pelecehan terhadap sejumlah wanita keturunan Tionghoa berlangsung disini mengakibatkan banyaknya pemodal yang umumnya warga keturunan Tionghoa lari dari Senen itu untuk mencari lokasi yang lebih aman.

Kini, kawasan Pasar Senen mulai ditinggalkan. Kemegahan dan kemewahannya perlahan memudar. Kios-kios besar kini digantikan oleh para pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya hingga tepi jalan. Kawasan pasar bersejarah itupun mulai menjadi kumuh dan tidak terawat.

*Dari berbagai sumber

foto : Koleksi digital Perpustakaan Nasional Indonesia (www.digilib.pnri.go.id)

Filed under: JALAN-JALAN, SEJARAH JAKARTA, , ,

3 Responses

  1. […] sejarah, seperti yang ku-kutib dari Bandarjakarta bahwa pada masa pra-kemerdekaan kawasan sekitar pasar Senen merupakan kawasan berkumpulnya para […]

  2. […] mulai berkembang saat Justinus Vinck (1733-1735) membangun dua buah pasar dikawasan ini ( pasar Senen dan pasar Tanah Abang). Pasar-pasar tersebut dihubungankan oleh De Grote Zuiderweg (jalan tembus […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cuaca

Pemberitahuan

Anda diperkenankan untuk menggunakan atau mengambil sebagian atau seluruh koleksi artikel dan foto di blog ini setelah terlebih dahulu mendapatkan izin dari administrator ( khusus untuk artikel dan foto yang merupakan koleksi pribadi penulis ). Tentu saja dengan mencatumkan alamat URL blog ini sebagai sumbernya.
Sementara untuk beberapa artikel maupun foto yang bukan merupakan koleksi pribadi penulis, administrator hanya akan memberikan URL sumber yang bersangkutan kepada anda.


Terima kasih.

YM Penulis


Blog Stats

  • 80,845 hits
%d blogger menyukai ini: