KOTA JAKARTA [dot] INFO, Sejarah, Jalan-jalan dan Cerita tentang Jakarta

Bercerita tentang Jakarta

LUAR BATANG, SALAH SATU LOKASI PERKAMPUNGAN TUA JAKARTA


Kampung Luar Batang, itulah nama sebuah pemukiman penduduk yang berada diwilayah Penjaringan-Jakarta Utara. Tepatnya di belakang bangunan bekas gudang yang sekarang menjadi Museum Bahari.

Siapa menyangka lokasi padat dengan luas kurang lebih 16,5 hektar ini merupakan salah satu lokasi perkampungan tertua di Jakarta.

Diperkirakan perkampungan ini terbentuk pada masa-masa awal kekuasaan VOC tahun 1620-an. Saat itu, guna memenuhi kebutuhan pekerja dalam membangun kawasan pelabuhan Sunda Kelapa serta bangunan-bangunan penting lain seperti Kastil dan benteng Batavia, pemerintahan VOC menggunakan banyak tenaga kerja yang ditempatkan di lokasi ini.

Wilayah ini sempat mendapat julukan sebagai “Kampung Jawa”, karena sebagian besar pekerja yang ditempatkan disini berasal dari suku jawa .

Bahkan dalam sebuah peta yang dibuat oleh Gubernur Jendral Van Der Parra tahun 1780 wilayah ini dinamakan sebagaiJavasche Kwartier.


ASAL USUL NAMA LUAR BATANG.

Terdapat banyak versi mengenai asal muasal nama “Luar Batang”. Salah satunya berkaitan dengan peristiwa “ganjil” yang melegenda tentang hilangnya jenasah seorang guru agama bernama Habib Husein Bin Abubakar Bin Abdullah Alaydrus dari dalam “kurung batang” (keranda pengangkut jenasah).

Habib Husein Bin Abubakar Bin Abdullah Alaydrus merupakan seorang ulama keturunan Yaman yang hidup di abad 17 Masehi.

Sebagai musafir kehidupan Habib Husein kerap berpindah-pindah hingga pada suatu saat ia berlabuh di Sunda kelapa dan memutuskan menetap di sebuah perkampungan tidak jauh dari pelabuhan.

Habib Husein dikisahkan mempunyai banyak mukzizat. Ia diceritakan dapat menghilang dari dalam penjara untuk sekedar memberikan petuah agama pada malam hari dan kembali ke penjara pada siang harinya tanpa sepengetahuan penjaga (Habib Husein pernah mendekam di penjara Glodok akibat kecurigaan pemerintah VOC terhadap aktivitas dakwahnya).

Habib Husein wafat tanggal 24 Juni 1756 atau 27 Ramadhan 1169 (ada yang menyebutkan bahwa Habib Husein wafat tanggal 27 Juni 1756 atau 17 ramadhan 1169). Diceritakan, sebelum wafat Habib Husein pernah berpesan agar ia dimakamkan di tempat tinggalnya.

Namun entah kenapa warga dan para pengikutnya memutuskan untuk memakamkan beliau di sebuah pemakaman yang terletak diluar kampung. Dari sinilah yang cerita ganjil itu bermula. Dikisahkan jenasah sang habib selalu keluar dari dalam kurung batang saat hendak dibawa kelokasi pemakaman. Peristiwa terus terjadi hingga akhirnya Sang Habib di makamkan di tempat tinggalnya.

Begitu terkenalnya cerita ini hingga kampung tempat terjadinya peristiwa keluarnya jenasah tersebut dinamakan kampung “Luar Batang” Yang berarti keluarnya jenasah dari dalam kurung batang. Wallahu alam

Versi lain asal nama kampung Luar Batang diambil dari letaknya yang berada diluar pintu masuk pelabuhan Sunda Kelapa.

Saat itu, guna mengontrol keluar masuknya kapal ke wilayah pelabuhan, dibangunlah pos penjagaan di muara sungai Ciliwung. Pos penjagaan ini dilengkapi pagar yang dibuat dari batang-batang kayu besar yang diletakkan melintang. Seiring dengan berkembangnya pelabuhan Sunda Kelapa sebagai pelabuhan yang sibuk maka, areal seputar pelabuhan pun mulai hidup. Satu per satu wilayah perkampungan bermunculan. Salah satunya adalah kawasan perkampungan pekerja kasar dan nelayan yang berada diluar pintu masuk pelabuhan.

Entah siapa yang memulai, akhirnya orang mengenal perkampungan tersebut sebagai kampung “Luar Batang”. Nama Luar Batang sendiri tidak memiliki arti apa-apa kecuali bahwa kampung tersebut berada di luar wilayah pelabuhan yang dipagari dengan batang-batang kayu besar.

BERWISATA KE KAMPUNG LUAR BATANG.

Meskipun saat ini kondisi kampung kurang batang tidak begitu teratur akibat padatnya perumahan penduduk disekitar lokasi, namun secara garis besar kawasan Kampung Luar Batang merupakan salah satu tempat menarik untuk dikunjungi. Tipe rumah-rumah nelayan yang dilengkapi oleh berbagai jenis perahu kecil merupakan salah satu objek tersendiri selain adanya dua buah bangunan tua berupa sebuah masjid dan makam milik Habib Husein Bin Abubakar Bin Abdulah Alaydrus yang selalu rutin dikunjungi para peziarah.

Sementara, disekitar kawasan ini dikenal memiliki banyak bangunan peninggalan sejarah yang masih terjaga. Adanya bangunan bekas gudang tua yang dialih fungsikan sebagai “Museum Bahari”, bangunan menara Syahbandar dan Pasar Ikan serta lokasi pelabuhan Sunda Kelapa dengan kapal kayu dan kesibukannya dapat dijadikan satu paket wisata saat akan berkunjung ke wilayah Kampung Luar Batang.

*Diambil dari berbagai sumber

Filed under: JALAN-JALAN, ,

One Response

  1. AYU MAULIDIA RAHMAH mengatakan:

    GOOD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cuaca

Pemberitahuan

Anda diperkenankan untuk menggunakan atau mengambil sebagian atau seluruh koleksi artikel dan foto di blog ini setelah terlebih dahulu mendapatkan izin dari administrator ( khusus untuk artikel dan foto yang merupakan koleksi pribadi penulis ). Tentu saja dengan mencatumkan alamat URL blog ini sebagai sumbernya.
Sementara untuk beberapa artikel maupun foto yang bukan merupakan koleksi pribadi penulis, administrator hanya akan memberikan URL sumber yang bersangkutan kepada anda.


Terima kasih.

YM Penulis


Blog Stats

  • 80,845 hits
%d blogger menyukai ini: