KOTA JAKARTA [dot] INFO, Sejarah, Jalan-jalan dan Cerita tentang Jakarta

Bercerita tentang Jakarta

L.I EINDHOVEN & CO DAN LAMPU GAS PERTAMA DI BATAVIA


Selang beberapa tahun sebelum halaman depan rumah pelukis Raden Saleh di Cikini (sekarang Taman Ismail Marzuki) menjadi tontonan warga karena diterangi sinar lampu pijar yang tidak mati saat terkena tiupan angin, beberapa jalan di wilayah Batavia dan Buitenzorg (Bogor) sudah dilengkapi oleh fasiltas lampu gas sebagai sumber penerangan di malam hari.

Nama L.I Eindhoven & Co disebut-sebut sebagai perusahaan pertama yang menyediakan fasilitas tersebut. Perusahaan yang berkantor di Gang Ketapang ini (sekarang Jl. KH Zainul Arifin, Jakarta Pusat. Lokasi bekas pabrik gas ini sekarang dijadikan kantor pusat PT. Perusahaan Gas Negara, Persero. Dan masih menyisakan satu bangunan tua peninggalan pabrik gas tersebut disisi depannya) memanfaatkan batu bara sebagai sumber bahan bakar.

Jl. KH. Zainul Arifin dimasa lalu. Latar belakang merupakan pabrik gas Gang Ketapang

L.I Eindhoven & Co berdiri bulan November 1859, dan mulai beroperasi tahun 1861.

Data Kompas.com menyebutkan, 4 September 1862 lampu gas pertama menyala di Istana Riswijk (sekarang Istana Negara). Disusul kemudian pada 1 Oktober 1862 lampu gas digunakan untuk menerangi jalan-jalan disekitar Batavia.  Sayang, tidak disebutkan nama-nama jalan yang mendapatkan fasilitas penerangan lampu gas tersebut.

Tahun 1863, L.I Eindhoven & Co diambil alih oleh perusahaan gas negara Belanda, NV Nederlandsch Indische Gas Maatschapij (NV NIGM) hingga tahun 1950. Tahun 1950 sampai tahun 1958 perusahaan ini dikenal dengan nama NV Overzeese Gas en Electriciteit Maatschappij (NV OGEM)The Netherlands Indies Gas Company.

Tahun 1958, setelah Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi kepemilikan perusahaan dan mengubah namanya menjadi Badan Pengambil Alih Perusahaan-Perusahaan Listrik dan Gas (BP3LG). Statusnya diubah menjadi BPU PLN pada tahun 1961.

13 Mei 1965, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 19/1965, nama Perusahaan diubah menjadi Perusahaan Gas Negara (PN Gas), dan kemudian, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 27/1984, nama ini diubah lagi menjadi Perusahaan Umum ( Perum) Gas Negara.

30 Mei 1996, berdasarkan Akta Pendirian No.486, nama tersebut dirubah perusahaan menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero), sebuah Perseroan Terbatas (data situs resmi Perusahaan Gas Negara ).

Seiring dengan semakin majunya perkembangan, tahun 1974 batu bara dan minyak sebagai sumber bahan pembuat gas diganti dengan gas alam karena dinilai lebih menguntungkan. Disisi lain, dengan semakin dikenalnya tenaga listrik sebagai sumber energi yang efisien menyebabkan lampu-lampu gas semakin berkurang peminatnya.

Hilangnya kejayaan lampu gas tidak otomatis membuat hilangnya pamor gas dalam keseharian. Penggunaan gas sebagai sumber energi ramah lingkungan masih banyak dijumpai dalam kehidupan masyarakat hingga saat ini.

*Dari berbagai sumber*

foto diambil dari internet

Filed under: CERITA TENTANG JAKARTA, ,

One Response

  1. morishige mengatakan:

    nice info, gan.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Cuaca

Pemberitahuan

Anda diperkenankan untuk menggunakan atau mengambil sebagian atau seluruh koleksi artikel dan foto di blog ini setelah terlebih dahulu mendapatkan izin dari administrator ( khusus untuk artikel dan foto yang merupakan koleksi pribadi penulis ). Tentu saja dengan mencatumkan alamat URL blog ini sebagai sumbernya.
Sementara untuk beberapa artikel maupun foto yang bukan merupakan koleksi pribadi penulis, administrator hanya akan memberikan URL sumber yang bersangkutan kepada anda.


Terima kasih.

YM Penulis


Blog Stats

  • 80,845 hits
%d blogger menyukai ini: